Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Desember 2020 | 03.44 WIB

Pilbup Solok, Ketua DPP PAN dan Mantan Anggota DPD RI Saling Klaim

INDIKASI CURANG: Angka-angka di sudut surat suara yang ditemukan di TPS 46 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang. (Bawaslu for Jawa Pos) - Image

INDIKASI CURANG: Angka-angka di sudut surat suara yang ditemukan di TPS 46 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang. (Bawaslu for Jawa Pos)

JawaPos.com - Rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Solok masih berlangsung di tingkat PPK atau kecamatan. Dua dari empat pasangan calon (paslon) saling mengklaim memenangi pemilihan bupati (pilbup) di daerah yang terkenal dengan penghasil beras itu.

Berdasar laman https://pilkada2020.kpu.go.id/, saat berita ini dilansir, rekapitulasi suara masih berlangsung. Sebanyak 520 dari 960 tempat pemungutan suara (TPS) yang meng-input datanya ke laman tersebut. Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor 1: Epyardi Asda-Jon Firman Pandu memperoleh 33.805 suara atau 37,8 persen. Kemudian diikuti paslon nomor 2: Nofi Candra-Yulfadri mendapat 32.292 atau 36,1 persen.

Sedangkan dua paslon lainnya, nomor 3: Desra Ediwan Anantanur-Adli berhasil meraup 12.448 suara (13,9 persen), dan paslon nomor 4: Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman, 10.857 (12,1 persen).

Epyardi Asda sangat yakin menjadi jawara dalam Pilbup Solok 2020. Alasannya berdasar penghitungan tim internal dan hasil C1 plano dan rekap kecamatan. "Hasil C1 plano dan rekap kecamatan yang baru saja selesai, alhamdulillah saya menang," ujar Epyardi Asda yang juga salah satu ketua DPP PAN itu kepada JawaPos.com, Minggu (13/12).

Epyardi Asda adalah mantan anggota DPR RI tiga periode dari daerah pemilihan Sumbar 1. Berpasangan dengan Jon Firman Pandu, mereka diusung PAN dan Gerindra. Jon Firman Pandu adalah politikus Partai Gerindra Kabupaten Solok. Sebelum jadi calon wakil bupati dia merupakan ketua DPRD Kabupaten Solok.

Mantan nakhoda itu menyadari bahwa selisih suaranya dengan sang rival, paslon Nofi Candra-Yulfadri, sangat tipis. Namun dia tetap optimistis menang. "Walaupun (beda) 500 suara tapi tetap menang," ujar mantan politikus DPP PPP itu penuh yakin. Dia pun tidak gentar jika Pilbup Solok bermuara dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Photo

Capture rekapitulasi suara di sistem website KPU.

Optimistis serupa juga diungkapkan cabup Nofi Candra. Meski suaranya masih tertinggal dibanding rival sebagaimana di laman KPU, namun dia tetap yakin menang. Mantan senator asal Sumbar itu memilih tidak sesumbar. Dia lebih memilih menunggu hasil penghitungan di tingkat KPU Kabupaten Solok. "Kami lebih menunggu pleno C5 di kecamatan. Tunggu saja," tandasnya.

Sikap sabar serupa juga diungkap Yulfadri, cawabup Solok yang mendampingi Nofi Candra. Cawabup petahana itu menyadari jarak suaranya dengan rival sangat tipis. "Kita lihat nanti di KPU," tandas pria yang kini menjabat Wakil Bupati Solok periode 2015-2020 itu.

Defil selaku anggota KPU Kabupaten Solok saat dihubungi JawaPos.com mengatakan bahwa semua tahapan penghitungan masih berlangsung secara bertingkat. Semua tahapan masih berjalan secara lancar tanpa gangguan. "Tahapannya masih panjang," ujarnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=Uyh6Tr5VjIs

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore