
INDIKASI CURANG: Angka-angka di sudut surat suara yang ditemukan di TPS 46 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang. (Bawaslu for Jawa Pos)
JawaPos.com - Rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Solok masih berlangsung di tingkat PPK atau kecamatan. Dua dari empat pasangan calon (paslon) saling mengklaim memenangi pemilihan bupati (pilbup) di daerah yang terkenal dengan penghasil beras itu.
Berdasar laman https://pilkada2020.kpu.go.id/, saat berita ini dilansir, rekapitulasi suara masih berlangsung. Sebanyak 520 dari 960 tempat pemungutan suara (TPS) yang meng-input datanya ke laman tersebut. Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor 1: Epyardi Asda-Jon Firman Pandu memperoleh 33.805 suara atau 37,8 persen. Kemudian diikuti paslon nomor 2: Nofi Candra-Yulfadri mendapat 32.292 atau 36,1 persen.
Sedangkan dua paslon lainnya, nomor 3: Desra Ediwan Anantanur-Adli berhasil meraup 12.448 suara (13,9 persen), dan paslon nomor 4: Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman, 10.857 (12,1 persen).
Epyardi Asda sangat yakin menjadi jawara dalam Pilbup Solok 2020. Alasannya berdasar penghitungan tim internal dan hasil C1 plano dan rekap kecamatan. "Hasil C1 plano dan rekap kecamatan yang baru saja selesai, alhamdulillah saya menang," ujar Epyardi Asda yang juga salah satu ketua DPP PAN itu kepada JawaPos.com, Minggu (13/12).
Epyardi Asda adalah mantan anggota DPR RI tiga periode dari daerah pemilihan Sumbar 1. Berpasangan dengan Jon Firman Pandu, mereka diusung PAN dan Gerindra. Jon Firman Pandu adalah politikus Partai Gerindra Kabupaten Solok. Sebelum jadi calon wakil bupati dia merupakan ketua DPRD Kabupaten Solok.
Mantan nakhoda itu menyadari bahwa selisih suaranya dengan sang rival, paslon Nofi Candra-Yulfadri, sangat tipis. Namun dia tetap optimistis menang. "Walaupun (beda) 500 suara tapi tetap menang," ujar mantan politikus DPP PPP itu penuh yakin. Dia pun tidak gentar jika Pilbup Solok bermuara dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).
Photo
Capture rekapitulasi suara di sistem website KPU.
Optimistis serupa juga diungkapkan cabup Nofi Candra. Meski suaranya masih tertinggal dibanding rival sebagaimana di laman KPU, namun dia tetap yakin menang. Mantan senator asal Sumbar itu memilih tidak sesumbar. Dia lebih memilih menunggu hasil penghitungan di tingkat KPU Kabupaten Solok. "Kami lebih menunggu pleno C5 di kecamatan. Tunggu saja," tandasnya.
Sikap sabar serupa juga diungkap Yulfadri, cawabup Solok yang mendampingi Nofi Candra. Cawabup petahana itu menyadari jarak suaranya dengan rival sangat tipis. "Kita lihat nanti di KPU," tandas pria yang kini menjabat Wakil Bupati Solok periode 2015-2020 itu.
Defil selaku anggota KPU Kabupaten Solok saat dihubungi JawaPos.com mengatakan bahwa semua tahapan penghitungan masih berlangsung secara bertingkat. Semua tahapan masih berjalan secara lancar tanpa gangguan. "Tahapannya masih panjang," ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Uyh6Tr5VjIs

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
