
Suasana saat anak-anak terlibat dalam World Clean Up Day Indonesia di Batam,
JawaPos.com- World Clean Up Day Indonesia (WCDI) adalah program bersih-bersih lintas negara yang dimulai sejak 2018. Sampai 2022, program ini sudah mampir ke 191 negara. Tahun ini, mereka hadir di Batam, melibatkan anak-anak untuk menghidupkan kepeduliannya terhadap lingkungan.
Acara juga mendorong aksi nyata dalam menjaga kebersihan dan keindahan bumi. Anak-anak diajak bergotong royong memungut sampah serentak.
Sejak 2018-2022 total, sebanyak 24.602.066 relawan telah membersihkan 47.005.634 kilogram sampah. Kegiatan WCDI 2023 ini mengusung tema #kami13juta Relawan Bebersih dan Bijak Kelola Sampah untuk Indonesia Bersih.
Salah satu yayasan pendidikan terkemuka di Batam, Sekolah Yehonala dengan bangga berpartisipasi dalam perhelatan besar ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa titik. Antara lain area Alun-Alun Welcome to Batam, Batam Centre. Kedua adalah Pantai Tanjung Bemban, Nongsa. Ketiga yakni Sentosa Perdana (SP) Plaza, Sagulung.
Keempat, Jembatan 1 Barelang, Sagulung. Kelima yakni Area Pancur Pelabuhan, Sungai Beduk. Keempat bertempat di Lang-Lang Laut, Belakang Padang. Ketujuh di Pulau Buluh, Bulang. Sedangkan yang terakhir berlangsung di Tanjung Uma, Lubuk Baja.
Jumlah yang berpartisipasi adalah 200 siswa dan guru. Mereka berasal dari SMP, SMA, dan SMK yang berada dalam nauangan Sekolah Yehonala. Fokus siswa dan guru Sekolah Yehonala ini adalah membersihkan area Alun-Alun Welcome to Batam, Batam Centre.
Dengan partisipasi pengiriman ini, Sekolah Yehonala mengirimkan pesan kuat tentang tanggung jawab kaum muda dalam menjaga lingkungan.
“Keikutsertaan Sekolah Yehonala dalam World Clean Up Day adalah bentuk ekspresi nyata dari komitmen kami untuk menjaga kesehatan bumi. Keterlibatan siswa-siswi kami dalam upaya ini adalah bagian dari misi kami untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya menjaga alam dan merawat bumi kita dengan baik,” ucap Ketua Yayasan Sekolah Yehonala Mitosima The Anakunda.
Mitosima percaya bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak besar dalam melindungi bumi. Dengan bergabung dalam World Clean Up Day, kata Mitosima, pihaknya berharap dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dan generasi mendatang dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Selama ini, kami memberikan pendidikan berkualitas dan menginspirasi pada siswa dan siswi untuk berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan. Sekolah kami memandang penting individu yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan dunia sekitarnya,” kata Mitosima.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
