Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 September 2023 | 20.20 WIB

Bukit Teletubbies Bromo Terbakar, Manajer Wedding Organizer Jadi Tersangka

AKIBAT ULAH MANUSIA: Pemadaman api di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di desa Ngadirejo, Sukapura, Probolinggo, kemarin (7/9). - Image

AKIBAT ULAH MANUSIA: Pemadaman api di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di desa Ngadirejo, Sukapura, Probolinggo, kemarin (7/9).

Enam Orang Diamankan Polisi

JawaPos.com – Gara-gara kecerobohan saat foto pre wedding, 50 hektare padang sabana atau yang dikenal dengan Bukit Teletubbies di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terbakar.

Polisi telah mengamankan enam orang yang diduga terkait dengan kebakaran itu. Dari enam orang tersebut, satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Dia adalah AWEW, 41, asal Lumajang, yang menjadi manajer wedding organizer.

Kebakaran sabana di Bromo bermula dari aktivitas pasangan asal Surabaya yang melakukan foto pre wedding pada Rabu (6/9). Mereka memakai jasa fotografer asal Lumajang yang datang bersama timnya. Ada enam orang yang melakukan aktivitas dan berada di bukit sabana pagi itu.

Saat sesi pemotretan, rupanya pasangan tersebut memakai konsep menyalakan flare (suar) di bukit sabana. Semburan api dari flare itulah yang jadi pemicu kebakaran di padang sabana tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan, tim wedding organizer membawa lima flare. ’’Empat bisa dinyalakan. Kemudian terjadi kebakaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo saat press release kemarin (7/9). Api yang dipicu flare itu menyambar ilalang kering dengan cepat. "Selain banyak bahan mudah terbakar, api cepat menjalar karena embusan angin cukup kencang,” ujarnya.

Tak lama setelah insiden itu, pihaknya menerima laporan kebakaran di padang sabana. Kemudian, bersama pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), polisi mendatangi lokasi kebakaran. "Waktu kami datang, api sudah menyebar ke mana-mana,” ujarnya. Enam orang yang terlibat dalam pembuatan foto pre wedding tersebut lalu diserahkan kepada Polsek Sukapura.

Kamis (7/9) pukul 12.00, enam orang itu digiring ke Polres Probolinggo untuk dimintai keterangan. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan AWEW sebagai tersangka. Sebab, dia dianggap orang yang paling bertanggung jawab. ’’Lima orang lainnya sementara ini masih saksi. Statusnya bisa berubah seiring dengan bukti dan hasil pengembangan nanti,” tegasnya.

Polisi belum memberikan identitas enam orang tersebut. Hanya, dua di antaranya merupakan rekan AWEW yang bertugas sebagai make-up dan fotografer. Selebihnya merupakan pasangan yang hendak menikah dan temannya yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.

AWEW dijerat Pasal 50 ayat 3 huruf D jo Pasal 78 ayat 4 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. "Alat bukti yang kami amankan berupa satu korek api tembak, 5 flare, satu kamera, dan busana. Sesuai pasal yang kenakan, terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar,” beber Kapolres.

Sementara itu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan menutup sementara wisata Bromo sejak Rabu (6/9). Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Yang jelas sampai proses pemadaman dan pendinginan kawasan yang terbakar tuntas.

”Khusus wisatawan yang sudah pesan tiket online, hari ini (kemarin, Red) masih diperbolehkan masuk wisata Bromo. Namun, yang dapat dikunjungi hanya sampai lautan pasir,” kata Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Hendra kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dia menyebut, banyak faktor yang membuat penutupan wisata Bromo harus dilakukan. Antara lain, hingga kemarin masih ada titik api di Bukit Teletubbies atau sabana Lembah Watangan yang belum padam 100 persen. Dia menerangkan, titik api yang berada di dataran masih dapat ditangani. Kesulitan muncul pada pemadaman titik api yang berada di tebing bukit. Karena itu, pemadaman titik api di Bukit Teletubbies melibatkan semua pihak terkait. ’’Mulai petugas, relawan, sampai masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Seksi TNBTS Wilayah I Didit Sulistyo menyesalkan kecerobohan foto pre wedding itu. "Ini hal kecil, tapi akibatnya sangat fatal, tentu kami sangat menyesalkan,” katanya kemarin (7/9). Akibat kebakaran tersebut, banyak flora dan fauna yang hilang. Misalnya, elang jawa, rumput malelo, alang-alang, dan edelweiss.

"Recovery-nya akan sangat-sangat lama. Banyak kerugian materiil dan imateriil,” keluhnya. Hingga kemarin sore, api masih membakar wilayah Bukit Teletubbies. Api terus menjalar menuju arah kawah Gunung Bromo. Karena itu, upaya pemadaman makin diintensifkan. (mas/mu/fun/c17/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore