
Seorang pengamen jalanan yang tergabung dalam Institut Musik Jalanan IMJ bernama Tumono, memberikan gitar kesayangannya untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Istimewa)
JawaPos.com - Seorang pengamen jalanan yang tergabung dalam Institut Musik Jalanan (IMJ) bernama Tumono, memberikan gitar kesayangannya untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai kenang-kenangan sebelum Ganjar mengakhiri masa jabatannya.
Momen itu terjadi saat Ganjar menghadiri Pentas Ekspresi Musisi Jalanan 'Pengamen Naik Kelas' di Taman Budaya Raden Saleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Acara itu digelar IMJ, bekerja sama dengan Ditjen Kemendikbud RI dan Pemprov Jawa Tengah.
Tumono menyebutkan, gitar itu bersejarah lantaran menjadi sumber pendapatannya untuk mengamen sebelum beralih menggunakan angklung.
Dia beralasan, Ganjar adalah sosok gubernur yang paling diidolakannya karena sosok pria berambut putih itu yang sederhana dan tidak membatasi diri dengan rakyat.
"Waktu itu saya masih SMP kelas 1 sudah ngamen, sempat ingin bisa beli gitar bagus, gitar kayu. Itu sejarah buat saya, dulu masih terpakai waktu saya masih sekolah untuk tambah-tambah biaya sekolah. Gitar itu kenang-kenangan untuk Pak Ganjar," ungkap Tumono seperti dikutip RM.id (Jawa Pos Grup), Senin (4/9).
Pria yang sering mengamen di kawasan Pecenongan, Kota Semarang itu juga memuji kepemimpinan Ganjar yang telah peduli dan perhatian terhadap kemajuan musisi lokal.
Bahkan menurutnya, Ganjar adalah salah satu pemimpin yang sering menemui dan berdiskusi langsung dengan musisi perihal kekayaan intelektual dan royalti para musisi.
Oleh sebab itu, Tumono memberikan gitar kesayangannya itu ke Ganjar sebagai ucapan terima kasih sekaligus kenang-kenangan sebelum Ganjar purnatugas pada 5 September mendatang.
"Kepemimpinan Pak Ganjar itu bagus. Sampai sekarang juga bagus, Kota Semarang juga izin musik diizinkan sama Pak Ganjar," ungkap Tumono.
Pada kesempatan sama, Ganjar menyampaikan terima kasih kepada Tumono untuk kenang-kenangannya. Ganjar mengaku tidak menyangka setelah menerima kenang-kenangan gitar dari Tumono. Apalagi gitar itu memiliki nilai sejarah bagi pemiliknya.
"Ternyata ada pengamen yang sudah berganti alat musik dari gitar ke angklung. Kemudian dipersembahkan ke saya gitarnya lumayan tua, jadi pasti ada sejarang panjang dari seorang pengamen," tutur Ganjar.
Lebih lanjut, IMJ sebagai salah satu wadah musisi jalanan yang paling dikenal selama ini telah banyak menyuarakan kesejahteraan musisi jalanan. Mereka telah sukses memperjuangkan sertifikasi musisi jalanan yang hingga saat ini 550 musisi jalanan resmi diakui dan dilindungi karya dan penampilannya.
Dari sisi pemerintahan, Ganjar pun terus mendorong perkembangan musisi lokal agar dapat naik kelas. Masukan dan partisipasi aktif para musisi juga diharapkan bisa berkesinambungan dengan program pemerintah.
Ganjar juga tak bosan menekankan kepada para musisi, serta pelaku industri kreatif pada umumnya, untuk terus melahirkan inovasi kreativitas di kancah permusikan tanah air.
"Satu, pengamen jalanan terlibat langsung bahkan beberapa di antaranya ikut dalam proses pembuatan public policy. Kedua, Ditjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan fasilitas kurasi, jadi para musisi jalanan ini dikurasi sehingga harapannya naik kelas," kata Ganjar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
