
Penanda yang melarang Pejabat, Tentara, hingga Polisi Disarankan Tak Singgah di Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih
JawaPos.com - Mereka yang berprofesi pejabat di pemerintahan atau aktif di TNI atau Polri disarankan tak menginjakkan kaki di Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Jika melanggar, mereka bisa kehilangan posisi, bahkan nyawa.
Banyak warga yang tak memercayai pantangan tersebut. Mereka yang tak memercayai cerita-cerita yang tak logis sengaja datang untuk memenuhi rasa penasaran mereka, sekaligus mencari pembuktian. Siap dengan segala risikonya.
Jika berangkat dari Pabrik Gula Ngadirejo, jarak menuju lokasi hanya sekitar 1,8 kilometer. Sebelum masuk gang, akan tampak gapura berwarna putih. Terdapat sebuah prasasti yang bertulis kalimat ’’Priayi, BB, aparatur pemerintah, TNI-Polri dilarang masuk’’.
Kepala Desa Tales Slamet Raharjo saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kediri menjelaskan bahwa kata BB yang berada di prasasti adalah sebuah singkatan. Yakni, Binnenlands Bestuur. Itu merupakan kata dalam bahasa Belanda yang merujuk pada organisasi pemerintahan daerah di zaman Hindia Belanda.
Dulu, peringatan tersebut hanya berupa papan yang ditancapkan di tanah. Karena dimakan waktu, lama-lama papan tersebut lapuk dan rusak. Akhirnya, peringatan tersebut diukir dan ditempel di gapura pintu masuk.
Di ruangan kerjanya, Slamet menceritakan asal mula mitos yang dipercayai masyarakat setempat. Dikisahkan, ada wanita bernama Ambarsari. Salah seorang putri dari Kediri yang melarikan diri dari seorang bangsawan yang melamarnya untuk dijadikan seorang istri.
’’Saat melamar, bangsawan tersebut mengatakan bahwa belum memiliki istri dan juga anak,’’ imbuhnya. Karena itu, Ambarsari menerima dan mau menemui anggota keluarga bangsawan tersebut di Solo. Namun, setibanya Ambarsari di sana, ternyata bangsawan tersebut telah memiliki istri dan juga anak.
Merasa telah ditipu, Ambarsari langsung melarikan diri ke Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih. Dia lari ke lokasi tersebut karena masih memiliki hubungan keluarga dengan Raden Wiro Wiratmojo, orang pertama yang membabat alas wilayah tersebut.
Sosok Ambarsari itu digambarkan sangat cantik jelita. Karena itu, bangsawan tersebut tidak menyerah untuk menjadikan Ambarsari sebagai istri. Bangsawan tersebut lantas mengutus seseorang untuk membawa sang putri. Merasa dirundung paksa, akhirnya keluarlah kata-kata kutukan itu.
Karena merasa sakit hati, Ambarsari memberi kutukan kepada pejabat tinggi, mulai priayi, BB, aparatur pemerintah, hingga TNI-Polri. Kutukan tersebut menyatakan bahwa orang-orang yang disebutkan jika tetap datang akan dibunuh.
’’Warga tidak memercayai dan menantang masuk. Para pejabat itu yang awalnya tidak sakit tiba-tiba jadi sakit. Seperti serangan jantung, lalu meninggal. Ceritanya begitu,’’ kata Sabar, salah seorang juru kunci Desa Tales. Bukan hanya serangan jantung, ada juga yang meninggal karena mengalami kecelakaan.
Sabar menceritakan, dulu ada seorang aparat yang tidak percaya dengan imbauan itu. Dia tetap menginjakkan kaki di dusun tersebut. Saat perjalanan pulang, begitu keluar dari gapura, kendaraannya mengalami kecelakaan hingga yang bersangkutan kehilangan nyawa.
Soal keberadaan Ambarsari, Sabar menyatakan tidak diketahui hingga saat ini. Putri tersebut dalam keadaan hidup atau meninggal tidak ada yang tahu. Sebab, makamnya juga tidak ditemukan. Banyak yang memercayai bahwa putri tersebut telah moksa.
Meskipun lingkungannya dikeramatkan, Johan, ketua RT setempat, menyatakan bahwa pejabat pemerintah seperti TNI-Polri boleh saja masuk ke lingkungannya asalkan punya niat yang baik. Selain itu, disarankan untuk tidak menggunakan pakaian kedinasan. (ara/c12/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
