
Paslon Bupati-Wabup Solok Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman. (For JawaPos.com)
JawaPos.com - KPU Kabupaten Solok baru saja menetapkan bakal pasangan yang lolos menjadi pasangan calon (paslon) untuk Pilbup Solok. Satu pasangan dinyatakan tidak lolos karena masalah kesehatan. Pasangan tersebut adalah Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman.
Anggota KPU Kabupaten Solok Defil menyebut, pihaknya baru saja mengumumkan bapaslon yang dinyatakan lolos jadi paslon. Di Pilbup Solok terdapat tiga paslon yang lolos dan satu pasangan yang gagal. Adapun kandidat yang tidak lolos adalah Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman. "Parpol pengusung tidak mengirimkan nama pengganti kandidat," kata Defil kepada JawaPos.com, Rabu (23/9).
Defil menyebut salah satu alasan tidak lolosnya pasangan Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman. Berdasar rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar sebagai tim kesehatan menyatakan bahwa Iriadi Dt Tumanggung tidak mampu atau tidak memenuhi syarat. "Detail tidak mampunya ada di penjelasan IDI dan tidak dapat kami jelaskan lebih detail," sebut mantan wartawan itu.
Baca juga: Gunakan Alat Bantu di Jantung, Cabup Ini Gagal Tes Kesehatan Pilkada
Defil menyatakan ketika IDI menyampaikan hasil tes kesehatan para kandidat beberapa waktu lalu, Iriadi Dt Tumanggung sudah direkomendasikan tidak bisa menjalankan tugas sebagai kepala daerah karena faktor kesehatan. Lantas KPU pun meminta parpol pengusung untuk mengirim nama pengganti. "Sampai batas waktu yang ditentunkan ternyata parpol pengusung tidak mengirim nama pengganti," katanya. Sehingga, dari hasil pleno KPU Kabupaten Solok bahwa pasangan Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman. Pasangan ini diusung oleh PDIP, Partai Demokrat, dan Hanura.
Dalam kesempatan yang sama Defil menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya karena mengatakan Iriadi Dt Tumanggung memakai alat bantu dijantung. "Waktu itu saya keliru dan mohon maaf atas pernyataan tersebut," imbuh Defil.
Adapun kandidat yang dinyatakan lolos sebagai paslon adalah, Epiyardi Asda-Jon Firman Pandu, Desra Ediwan Anantanur-Adli, dan Nofi Candra-Yulfadri Nurdin.
Di tempat lain, dr Roni Eka Sahputra, anggota IDI Sumbar yag menjadi bagian dari tim kesehatan pilkada di Sumbar menuturkan, IDI Sumbar memeriksa kesehatan 98 kandidat kepala daerah. Semua terdiri atas bakal calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota. Dari semua yang diperiksa tersebut telah dibuatkan rekomendasi.
"Satu kandidat kita rekomendasikan tidak mampu karena masalah kesehatan," kata dr Roni Eka Sahputra. Kandidat yang direkomendasikan tidak mampu itu adalah Iriadi Dt Tumanggung.
dr Roni tidak menjelaskan detail isi rekomendasi tim kesehatan terhadap Iriadi Dt Tumanggung. "Semua rekomendasi sudah kami sampaikan ke KPU. Cuma kami tidak bisa menyampaikan secara detail ke publik. Itu ranah penyelenggara," tandasnya.
Agus Syahdeman, bakal paslon yang berpasangan dengan Iriadi Dt Tumanggung menyatakan tidak menerima keputusan KPU. Pihaknya akan menempuh jalur selanjutnya agar mendapatkan haknya bisa menjadi calon kepala daerah. "Kami akan membawa masalah ini ke Bawaslu. Semoga Bawaslu bsia membuka fakta dan mencari pembenaran untuk kami agar bisa berkompetisi di Pilbup Solok ini," tandas politikus Partai Demokrat itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=O5ZBu5fXnx8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
