
Salmon Tepmul (berseragam sekolah), salah satu warga Distrik Kiwirok yang menjadi korban serangan KKB kini sudah bisa bersekolah lagi. (Istimewa)
JawaPos.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus meneror Papua. Kebrutalan mereka membuat masyarakat luas di sejumlah distrik terkena dampaknya, mulai dari orang dewasa hingga anak kecil.
Salmon Y.I Tepmul adalah salah satu anak yang terkena dampak buruk keganasan KKB. Masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Salmon harus putus sekolah selama 2 tahun setelah KKB membakar kampungnya pada 2021 lalu.
Tinggal di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintan, Papua, Salmon terpaksa harus mengungsi setelah kerusuhan di sana pecah akibat serangan KKB. Saat itu, Salmon bersekolah di salah satu SD Negeri dan duduk di kelas 3.
Karena kampungnya dibakar, Salmon dan keluarganya terpaksa melarikan diri ke Distrik Oksibil. Mereka berjalan kaki sejauh lebih dari 40 kilometer untuk menghindari KKB.
"Ngungsi ke Oksibil, jalan kaki dua hari dua malam,” ujar Salmon.
Pelarian akhirnya membawa Salmon ke Kota Jayapura bersama ibu angkatnya, Rounne Vallery Walea. Di sana, Rounne berinisiatif menyekolahkan Salmon, namun karena raport dan berkas lainnya hangus terbakar, maka Salmon tidak bisa sekolah.
“Raport saya terbakar. Jadi sekolah di Jayapura tidak mau terima saya,” ujarnya.
Nasib Salmon berubah, ketika bertemu seorang prajurit TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih pada 9 Agustus 2023. Mereka bertemu secara tak sengaja ketika sang prajurit berteduh dari hujan di kios milik Rounne.
Salmon pun menceritakan semua kisah yang dialaminya kepada prajurit TNI tersebut. Mendengar cerita Salmon, hati sang prajurit terketuk untuk membantu. Ia lalu menghubungi Kepala Sekolah Dasar Negeri Holtekamp untuk membantu Salmon agar diterima di sekolah tersebut.
Saat ini Salmon duduk di kelas 4 SD. Ia juga mendapat pelajaran tambahan selama satu jam setiap harinya.
"Supaya bisa kejar kemampuan membaca agar saya bisa menyesuaikan dengan anak-anak yang lain," kata Salmon.
Tak hanya sampai disitu, sang prajurit pun memberikan bantuan berupa perlengkapan alat tulis dan seragam serta bantuan lainnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
