
Ilustrasi Alun-Alun Utara Kota Jogjakarta, Eka A.R./Antara
JawaPos.com–Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogjakarta tetap melanjutkan kegiatan di bidang pertanahan sebagai pendukung keistimewaan Jogjakarta. Yakni pendaftaran tanah Sultan Ground dan Paku Alaman Ground pada tahun ini dengan sasaran 100 bidang.
”Pada tahun ini sempat ada penundaan karena pandemi Covid-19. Tetapi, kegiatan pendaftaran tanah rencananya tetap dilanjutkan. Dimulai akhir Juli untuk turun ke lapangan,” kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogyakarta Sarmin seperti dilansir dari Antara di Yogyakarta pada Minggu (28/6).
Menurut dia, persiapan kegiatan pendaftaran Sultan Ground (SG) dan Paku Alaman Ground (PAG) sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Juni yaitu dengan pengajuan berkas untuk diketahui dan ditandatangani pihak Keraton Jogjakarta dan Paku Alaman.
”Kami juga harus menyiapkan berkas untuk diketahui wilayah karena kegiatan pendaftaran juga melibatkan kelurahan,” kata Sarmin.
Setelah seluruh berkas administrasi untuk kebutuhan pendaftaran SG dan PAG tersebut lengkap, petugas kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pendaftaran. Bidang tanah SG dan PAG yang masuk dalam data pendaftaran tahun ini, tidak hanya berupa tanah kosong, tetapi ada pula yang sudah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat.
”Ada yang digunakan untuk permukiman, tempat ibadah, pemakaman, atau tanah di bantaran sungai. Kegiatan pendaftaran tanah ini dilakukan dengan dukungan dana keistimewaan,” kata Sarmin.
Hasil dari pendaftaran tanah tersebut adalah sertifikat yang akan diserahkan ke Keraton Jogjakarta maupun Paku Alaman melalui Pemerintah Jogjakarta.
Bagi masyarakat yang memanfaatkan tanah berstatus SG dan PAG, bisa memintakan kekancingan ke pihak keraton untuk pemanfaatannya. Selain pendaftaran, kegiatan bidang pertanahan untuk pendukung keistimewaan adalah pendataan tanah SG dan PAG. Pendataan merupakan kegiatan indentifikasi yang hasilnya digunakan untuk proses pendaftaran tanah. ”Pendataan juga tetap akan dilakukan. Rencananya dilakukan akhir tahun,” kata Sarmin.
Sarmin menambahkan, rangkaian proses pendataan, inventarisasi, verifikasi, pemetaan hingga pendaftaran tanah SG dan PAG yang tersebar di berbagai wilayah Kota Jogjakarta harus dilakukan secara teliti dan hati-hati supaya tidak ada keluhan dari masyarakat di kemudian hari.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=XYYOimpmX78
https://www.youtube.com/watch?v=Ttt6j0l4nrc
https://www.youtube.com/watch?v=FTDuMDYXHio

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
