Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Agustus 2023 | 13.17 WIB

Polemik Pencopotan Wakil Ketua PWNU Jatim, Gus Ali: Mari Hindari Pecat Memecat di NU

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri (tengah) dalam sebuah acara bersama Habib Syech bin Abdu Qodir Assegaf. Soal polemik pemberhentian Gus Salam, KH Agoes Ali Masyhuri siap memediasi. - Image

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri (tengah) dalam sebuah acara bersama Habib Syech bin Abdu Qodir Assegaf. Soal polemik pemberhentian Gus Salam, KH Agoes Ali Masyhuri siap memediasi.

JawaPos.com- Pemberhentian KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) dari wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim oleh PBNU, belakangan menjadi gunjingan luas. Terutama di kalangan warga Nahdliyin dan pesantren. Betapa tidak, keputusan demikian itu hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Nama yang dicopot itu juga terbilang seorang tokoh besar potensial. Selain pengasuh pesantren sepuh Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Gus Salam tidak lain cucu salah seorang pendiri NU, yakni KH Bisri Syansuri. Yang merupakan ulama besar pada zamannya, dan tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional.  

Rabu (16/8), PWNU Jatim telah melaksanakan rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah untuk membahas persoalan tersebut. Dalam kesempatan itu, Wakil Rais PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) menyampaikan bahwa tujuan berjamiyah di organisasi NU adalah mencari kawan, merangkul jamaah, dan menjaga keutuhan jamiyah.

Karena itu, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo itu berharap agar proses pemberhentian dihindari di NU. “Mari hindari pecat memecat di NU. Saya siap menjadi mediator agar PWNU dan PBNU dalam satu keutuhan dalam berkhidmat,“ tegasnya dilansir dari NU Online, Kamis (17/8).

Sebelumnya, PBNU mengeluarkan surat nomor 831/PB.03/A.1.03.44/99/08/23, tertanggal 8 Agustus 2023, yang intinya pemberhentian Gus Salam sebagai wakil ketua PWNU Jatim. Pemberhentian itu terkait polemik panjang kepengurusan PCNU Jombang hingga berujung gugatan perdata ke PBNU di Pengadilan Negeri (PN) Jombang oleh Gus Salam dkk.

Atas pemberhentian tersebut, Gus Salam pun memilih legawa. “Saya menerima dengan lapang dada terhadap apapun keputusan PWNU Jatim dan PBNU sebagai konsekuensi dari tindakan saya dan apa yang saya lakukan,” kata Gus Salam dalam pernyataan sikapnya yang diterima Jawa Pos Rabu (16/8).

Gus Salam juga menyampaikan terima kasih dan bersyukur terhadap keputusan sesuai surat PBNU tersebut. Dia menganggap keputusan itu sebagai nasihat dan wasiat bi at-taqwa. Gus Salam juga mengajak semuanya agar terus menjaga kerukunan, kekompakan dan keikhlasan dalam berkhidmat di jamiyah NU.

“Dan, saya terus berdoa, semoga jamiyah Nahdlatul Ulama mulai dari PBNU hingga ranting dan anak ranting semakin baik dan berjaya dalam berkhidmat kepada umat dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar menyatakan, terkait hal dimaksud pihaknya mengembalikan kepada hasil keputusan PBNU. “Intinya, terserah PBNU. PWNU (Jatim) sam’an wa tho’atan (mendengarkan dan mentaati) dan siap menindaklanjuti,” ujar pengasuh Pesantren Sabilurrosyad, Malang, itu.

Data yang didapat Jawa Pos, sebetulnya masa kepengurusan PWNU Jatim akan segera berakhir. Tepatnya, pada 3 September 2023 mendatang. Namun, sejauh ini belum ada kepastian dari PBNU kapan akan dilaksanakan konferensi wilayah (Konferwil) untuk memilih pengurus baru masa khidmat 2023-2028.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore