
Photo
JawaPos.com - Larangan mudik pada Ramadan kali ini berimbas besar pada keberlangsungan warung-warung pinggir jalan Pantura Alas Roban. Puluhan warung yang berderet di lokasi tersebut akhirnya ditutup oleh pemiliknya. Mereka yang bergantung pada jualan di warung tersebut kini hanya bisa gigit jari karena dagangannya sepi pembeli. Hanya ada satu dua orang pemudik yang melintasi jalan tersebut.
Jawa Pos Radar Semarang memantau hanya sedikit warung yang berjualan. Lebih banyak warung yang tutup, terutama di jalur lingkar Utara. Terlihat para pengemudi memanfaatkan warung yang tutup itu untuk beristirahat.
Beberapa pedagang mengaku bahwa penurunan pembeli saat ini sangat drastis. Mereka menjelaskan penurunan dirasakan bukan mulai Ramadan tahun ini, melainkan semenjak dibukanya Tol Trans Jawa. Semenjak itu para pemudik dari Jakarta lebih banyak lewat tol.
"Sepi. Dulu sebelum ada jalan tol masih mending sekarang ditambah orang tidak boleh mudik," cerita Waiyah, 47, salah satu pedagang di Pantura Alas Roban kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Photo
TUTUP: Warung Pantura Alas Roban banyak yang tutup (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Janda satu anak itu menjelaskan bahwa omsetnya tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Rata-rata pendapatannya hanya di bawah Rp 50 ribu. Dia pun hanya bisa pasrah, karena berjualan di sana merupakan satu-satunya mata pencariannya.
"Pembeli yang datang juga tidak bisa dipastikan, kadang seminggu tidak ada yang beli. Saya tidak ada sampingan lain, cuma ini yang diandalkan buat beli susu, bayar angsuran dan lain-lain," imbuhnya.
Sementara itu, mengenai banyaknya warung yang tutup, dia menjelaskan bahwa salah satu faktornya adalah tidak ada pembeli. Pedagang lebih memilih mencari penghasilan melalui pekerjaan lain. Sedangkan bagi yang tidak memiliki sampingan, harus tetap membuka warungnya. Meski tidak ada yang beli.
"Sudah sebulan lebih di sini mulai sepi yang beli. Kebanyakan yang beli orang lokal sini, pemudik cuma satu dua orang," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vWGQlj15qoI
https://www.youtube.com/watch?v=JvHNg9zB8Fo
https://www.youtube.com/watch?v=h_oxFe4ynXI

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
