
Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang, TNI, dan Pemerintah Kota Semarang, saat patroli skala besar pada Sabtu (23/5) sore.
JawaPos.com–Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang, TNI dan Pemerintah Kota Semarang, menggelar kegiatan patroli skala besar pada Sabtu (23/5) sore. Kegiatan itu, untuk menciptakan kamtibmas tetap kondusif dan tidak adanya kegiatan masyarakat yang bersifat kerumunan.
”Patroli skala besar ini untuk menjaga Kamtibmas di Kota Semarang tetap aman. Sebagaimana diketahui kita akan menghadapi Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombespol Auliansyah Lubis usai kegiatan apel patroli kepada Radar Semarang Grup Jawa Pos pada Sabtu (23/5).
Auliansyah mengatakan, sasaran patroli tersebut adalah untuk mencegah perbuatan atau tindakan yang melawan hukum. Terutama seperti curat, curas dan curanmor. ”Tentunya juga kita memberikan edukasi dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling,” ujar Auliansyah.
Terkait Salat Idul Fitri, Auliansyah mengatakan, dari Pemerintah Kota Semarang sudah mengeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan kegiatan Salat Idul Fitri di tempat terbuka maupun di masjid. ”Jadi kita mengimbau kepada masyarakat untuk Salat Idul Fitri di rumah. Tuntunannya juga sudah disampaikan ulama ataupun MUI,” ujar Auliansyah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak datang ke tempat kubur atau ziarah pada Lebaran tahun ini. Menurut dia, masyarakat bisa mendoakan dari rumah kepada keluarga yang telah meninggal.
”Untuk ziarah, doa dari rumah saja. Sekarang begini yang wajib saja para ulama bisa menyampaikan dari rumah. Itu yang wajib. Maka yang sunah sangat bisa dilakukan. Doanya dari rumah saja, Insya Allah terkabul,” kata Ganjar.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak masyarakat Kota Semarang untuk memaknai Idul Fitri tahun ini dengan situasi dan kondisi yang berbeda karena ada pandemi Covid 19. Sehingga sebisa mungkin aktivitas yang melibatkan banyak orang atau berkerumun dihindari.
”Yang Lebaran biasnya anjangsana open house, tidak usah dulu. Pakai WA atau teknologi informasi yang sekarang. Yang kemarin Idul Fitri sambil takbir muter-muter di lapangan, sekarang jangan dulu. Di rumah saja,” ucap Hendrar.
Menurut dia, perlu sebuah sikap bersama-sama berdisiplin dengan SOP kesehatan. Menurutnya, kalau semuanya bersepakat dengan itu, maka Covid 19 akan segera hilang. ”Kalau sekarang masih ngomong tentang egonya, lama gak akan selesai. Sembuh di sini sakit di sini,” ujar Hendrar.
”Saya harap warga bangsa dan Kota Semarang, bersama sama perangi dengan segala kekuatan segala komitmen dan segala perasaan persaudaraan mengusir Covid 19,” tambah Hendrar.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=On7UhQ7fwmE
https://www.youtube.com/watch?v=bx9V4NwY6rY
https://www.youtube.com/watch?v=oylD8JlcTbE

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
