Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2020 | 02.09 WIB

Jelang Lebaran, Jalan Raya Pantura Demak Sepi dan Lancar

Petugas Satlantas Polres Demak berjaga-jaga di jalan raya Pantura Sayung perbatasan Demak-Semarang. Jelang Lebaran, kondisinya lancar. Wahib Pribadi/RadarSemarang - Image

Petugas Satlantas Polres Demak berjaga-jaga di jalan raya Pantura Sayung perbatasan Demak-Semarang. Jelang Lebaran, kondisinya lancar. Wahib Pribadi/RadarSemarang

JawaPos.com–Menjelang Lebaran Idul Fitri, kondisi jalan raya Pantura Demak, utamanya perbatasan Sayung dan Kota Semarang hingga perbatasan Demak–Kudus kondisinya lengang. Arus lalu lintas cenderung sepi.

Kasatlantas Polres Demak AKP Nyi Ayu Fitria Facha menyampaikan, arus lalu lintas lancar tanpa ada kemacetan. ”Alhamdulillah, lancar jaya,” ujar Nyi Ayu Fitria Facha Sabtu (23/5).

Menurut dia, tidak ada pergerakan kendaraan yang berarti sehingga arus lalu lintas tetap lancar. Meski demikian, petugas tetap berjaga jaga di jalan raya untuk mengatur lalu lintas termasuk mengantisipasi bila terjadi kemacetan atau kecelakaan. ”Petugas tetap standby di lapangan untuk memantau perkembangan lalu lintas,”ujar Nyi Ayu Fitria Facha.

Sebelumnya, salah satu titik rawan macet adalah jalan raya Sayung, tepatnya di depan pabrik Polytron lantaran jalan terendam air rob. Namun, setelah ada perbaikan jalan dan pendirian posko petugas, arus lalu lintas kembali lancar.

Sementara itu, angka kejahatan menjelang Lebaran ada kecenderungan meningkat. Kasatreskrim Polres Demak AKP Dicky Hermansyah mengatakan, pola itu berulang tiap tahun dan biasanya ada sejumlah jenis kejahatan yang marak terjadi. Menurut dia, peningkatan tersebut dipicu sejumlah faktor. Seperti, tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi pada hari raya, termasuk saat pandemi korona (Covid-19) sekarang ini.

”Karena itu, ada di antara warga yang  menempuh jalan pintas untuk berbuat kejahatan,” kata Dic ky.

Dia mengatakan, ada beberapa kasus kriminalitas yang diwaspadai petugas.  Yaitu, pencurian, perampokan, penjambretan dan pencopetan, gendam (hipnotis), serta pembiusan. ”Untuk kasus pencurian ini biasanya terjadi terutama di rumah kosong. Rumah yang ditinggal penghuni karena mudik,” terang Dicky.

Kasus perampokan juga menjadi perhatian petugas Polres Demak. Menurut kasatreskrimm, perampok biasanya mengincar nasabah bank yang mencairkan uang dalam jumlah besar. Demikian pula, kasus kriminal lain termasuk pencopet juga menargetkan tas dan barang-barang kecil seperti ponsel atau dompet. ”Waspadai pula gendam dan pembiusan,”ujar Dicky.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ON5tlnY2OCA

 

https://www.youtube.com/watch?v=WIqge80jZkY

 

https://www.youtube.com/watch?v=5HU28JXzYjQ

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore