
Petugas Satlantas Polres Demak berjaga-jaga di jalan raya Pantura Sayung perbatasan Demak-Semarang. Jelang Lebaran, kondisinya lancar. Wahib Pribadi/RadarSemarang
JawaPos.com–Menjelang Lebaran Idul Fitri, kondisi jalan raya Pantura Demak, utamanya perbatasan Sayung dan Kota Semarang hingga perbatasan Demak–Kudus kondisinya lengang. Arus lalu lintas cenderung sepi.
Kasatlantas Polres Demak AKP Nyi Ayu Fitria Facha menyampaikan, arus lalu lintas lancar tanpa ada kemacetan. ”Alhamdulillah, lancar jaya,” ujar Nyi Ayu Fitria Facha Sabtu (23/5).
Menurut dia, tidak ada pergerakan kendaraan yang berarti sehingga arus lalu lintas tetap lancar. Meski demikian, petugas tetap berjaga jaga di jalan raya untuk mengatur lalu lintas termasuk mengantisipasi bila terjadi kemacetan atau kecelakaan. ”Petugas tetap standby di lapangan untuk memantau perkembangan lalu lintas,”ujar Nyi Ayu Fitria Facha.
Sebelumnya, salah satu titik rawan macet adalah jalan raya Sayung, tepatnya di depan pabrik Polytron lantaran jalan terendam air rob. Namun, setelah ada perbaikan jalan dan pendirian posko petugas, arus lalu lintas kembali lancar.
Sementara itu, angka kejahatan menjelang Lebaran ada kecenderungan meningkat. Kasatreskrim Polres Demak AKP Dicky Hermansyah mengatakan, pola itu berulang tiap tahun dan biasanya ada sejumlah jenis kejahatan yang marak terjadi. Menurut dia, peningkatan tersebut dipicu sejumlah faktor. Seperti, tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi pada hari raya, termasuk saat pandemi korona (Covid-19) sekarang ini.
”Karena itu, ada di antara warga yang menempuh jalan pintas untuk berbuat kejahatan,” kata Dic ky.
Dia mengatakan, ada beberapa kasus kriminalitas yang diwaspadai petugas. Yaitu, pencurian, perampokan, penjambretan dan pencopetan, gendam (hipnotis), serta pembiusan. ”Untuk kasus pencurian ini biasanya terjadi terutama di rumah kosong. Rumah yang ditinggal penghuni karena mudik,” terang Dicky.
Kasus perampokan juga menjadi perhatian petugas Polres Demak. Menurut kasatreskrimm, perampok biasanya mengincar nasabah bank yang mencairkan uang dalam jumlah besar. Demikian pula, kasus kriminal lain termasuk pencopet juga menargetkan tas dan barang-barang kecil seperti ponsel atau dompet. ”Waspadai pula gendam dan pembiusan,”ujar Dicky.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ON5tlnY2OCA
https://www.youtube.com/watch?v=WIqge80jZkY
https://www.youtube.com/watch?v=5HU28JXzYjQ

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
