
Ilustrasi petugas memakamkan jenazah sesuai dengan protokol pemakaman jenazah pasien penyakit menular. Antara
JawaPos.com–Seorang manula asal Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang positif terkena virus korona tidak dimakamkan dengan protokol keamanan Covid-19. Perempuan berusia 78 tahun itu meninggal pada 12 Mei.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan Yusri seperti dilansir dari Antara di Palembang menjelaskan, manula yang tercatat sebagai kasus 368 di Sumsel itu baru dinyatakan positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumsel pada Rabu (13/5) malam. Hal itu berdasar hasil tes swab dengan status penularan lokal.
”Gugus Tugas Prabumulih baru menerima hasil swab pada Rabu (13/5) malam yang menyatakan almarhumah positif Covid-19,” ujar Yusri pada Kamis (14/5).
Sebelumnya, kata Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, kasus 368 melakukan rapid test di RS Fadhilah. Setelah hasilnya positif, korban dibawa ke RSUD Prabumulih untuk tes swab. Namun, saat di RSUD Prabumlih, pihak keluarga memaksa kasus 368 dipulangkan karena kondisi cukup sehat. Pada saat itu, petugas berupaya mempertahankan pasien.
Sembilan hari kemudian atau pada 12 Mei, kasus 368 meninggal dunia, lalu dimakamkan di TPU Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur tanpa protokol keamanan Covid-19. Puskesmas setempat, lanjut wali kota, telah mengarahkan pemakaman harus sesuai dengan protokol karena kasus 368 meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, hal itu ditolak pihak keluarga.
”Tim medis sudah melacak siapa saja yang sempat berkontak dengan almarhumah. Selanjutnya tim akan melakukan rapid test,” kata Ridho Yahya.
Kasus 368 menjadi temuan kedelapan orang yang meninggal sebelum dinyatakan positif Covid-19 dari total 10 kasus meninggal di Sumsel. Dua kasus lainnya meninggal dalam perawatan tim medis. Wali kota menyebutkan, 10 kasus meninggal di Sumsel tersebar di Kota Palembang (dua orang), Prabumulih (dua orang), serta Banyuasin, OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Ogan Ilir, dan Muara Enim masing-masing satu orang. Berdasar data harian Sumsel, kasus sembuh masih jauh lebih banyak, yakni 73 orang dari 441 total kasus per 14 Mei.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZqPkb7n9fo0
https://www.youtube.com/watch?v=fBDD3MnSgAA
https://www.youtube.com/watch?v=CDmOdb6JDw0

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
