Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 April 2020 | 13.59 WIB

Intensitas Lalu Lintas Turun Drastis Saat PSBB Bandung Raya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau titik pengamatan di kawasan perbatasan lima daerah Bandung Raya pada hari pertama penerapan PSBB pada Rabu (22/4).  Humas Pemprov Jabar/Antara - Image

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau titik pengamatan di kawasan perbatasan lima daerah Bandung Raya pada hari pertama penerapan PSBB pada Rabu (22/4).  Humas Pemprov Jabar/Antara

JawaPos.com–Berdasar hasil peninjauan di titik-titik tertentu, intensitas lalu lintas menurun drastis saat hari pertama pelaksanaan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Bandung Raya pada Rabu (22/4).

”Laporannya, jumlah pengguna lalu lintas menurun drastis. Kami monitor di Jabodetabek selang berapa hari itu kembali (ramai) lagi. Makanya kita harus konsisten,” ujar Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil atau Kang Emil seperti dilansir dari Antara saat meninjau titik-titik pengamatan di lima daerah Bandung Raya pada hari pertama pemberlakuan PSBB pada Rabu (22/4).

Kelima titik tersebut gerbang tol Pasteur Kota Bandung, Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi, gerbang tol Padalarang Kabupaten Bandung Barat, terowongan tol Kopo Kabupaten Bandung, dan perbatasan Bandung-Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Kang Emil mengusulkan, untuk menghindari kelonggaran disiplin, kepala daerah dan kapolres memberlakukan pembagian jam kerja. ”Saya titip juga Pak Bupati, Pak Kapolres, penjagaan check point jangan hanya siang. Justru banyak laporan kalau di Jabodetabek itu malam jadi ramai lagi, jadi mungkin dibikin shift saja,” kata Kang Emil.

Selain itu, dia juga mengimbau aparat setempat terus mengecek dua hal, yakni protokol kesehatan dan niat berkegiatan. Protokol kesehatan, mengharuskan masyarakat yang keluar rumah untuk memakai masker dan menjaga jarak aman dalam kendaraan. Sedangkan niat berkegiatan, sudah diatur delapan sektor yang dikecualikan pada PSBB yakni kesehatan, pangan, logistik, penyedia kebutuhan retail, komunikasi, energi, keuangan dan perbankan, serta industri strategis.

Menurut dia, tujuan PSBB Bandung Raya adalah menurunkan penyebaran Covid-19. Berdasar tes masif sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk daerah PSBB, akan diketahui lokasi penyebaran virus yang harus dilokalisasi. Sedangkan kedisiplinan masyarakat pada aturan PSBB akan meminimalisasi pergerakan yang berisiko. Hal itu menurut Kang Emil merupakan ukuran keberhasilan PSBB.

”Pada akhir 14 hari (PSBB), tes masif menemukan lokasi virus untuk dilokalisasi, disiplin tidak ada lagi pergerakan. Nah, harusnya keberhasilan itu bisa diukur. Maka setelah 14 hari PSBB, bisa lebih rileks. Tapi kalau PSBB tanpa tes masif, nanti kita gak punya ukuran apa keberhasilannya,” ujar Kang Emil.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=59Nx08Fe7K0

 

https://www.youtube.com/watch?v=302pv5e3dlQ


https://www.youtube.com/watch?v=ObkbBFmVo1M

 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore