
Kondisi eks lokalisasi Girun di Gondanglegi, Kabupaten Malang.
JawaPos.com- Rencana alih fungsi lahan eks lokalisasi Girun di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang masih jalan di tempat. Kendati sudah mendapat lampu hijau dari PT KAI, nyatanya hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembongkaran bekas bangunan prostitusi tersebut.
Camat Gondanglegi Tatok Irawanto menjelaskan, pembongkaran bangunan masih menunggu koordinasi antara kecamatan dengan Satpol PP Kabupaten Malang. "PT KAI sudah oke kok. Tinggal yang bersangkutan saja kok," jelas Tatok, Selasa (6/11).
Rencana pembongkaran bangunan eks lokalisasi Girun sudah menggaung sejak ditutup 2014 lalu. Namun, koordinasi yang kurang intensif antara pihak-pihak terkait, membuat pembongkaran urung teralisasi sampai sekarang.
Merujuk pada wacana pihak pemerintah Kecamatan Gondanglegi sebelumnya, ada gagasan untuk menjadikan eks lokalisasi tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Selain itu juga digunakan sebagai taman bermain anak-anak. Tapi hal itupun masih sebatas wacana.
"Dulu kan mau di bongkar terus mau dibuat taman anak-anak gitu, tapi sampai sekarang belum," kata mantan Camat Gedangan tersebut. Tatok mengatakan, angan-angan untuk menyulap tempat itu menjadi taman bermain tetap mungkin dijalankan.
Seperti diketahui, eks lokalisasi Girun merupakan salah satu tempat prostitusi terbesar di Kabupaten Malang. Selama puluhan tahun, Girun menjadi tempat bagi pekerja seks komersial (PSK) menjaring pria hidung belang.
Kabupaten Malang sendiri memiliki beberapa eks lokalisasi. Selain Girun, ada Slorok, Kromengan; Suko, Sumberpucung; Kebobang, Wonosari; Buk Tape, Panjen; Girun dan Kandangsapi Gondanglegi.
Tahun 2014 Pemkab Malang memutuskan untuk menutup Girun bersama lokalisasi-lokalisasi lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Dua tahun lalu, warga sekitar eks lokalisasi juga sudah diajak duduk bersama untuk membicarakan pembongkaran. Namun hingga saat ini, pembongkaran belum juga dilaksanakan.
Sesaat setelah ditutup, wartawan JawaPos.com pernah mengunjungi eks lokalisasi yang letaknya di pinggir jalan itu. Komplek pelacuran itu berada di tengah kampung padat penduduk dan bisa dibilang kumuh.
Bilik-biliknya juga sempit, pengap dan kumuh. Baunya apek dan hanya disekat dengan triplek.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
