Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 November 2018 | 01.12 WIB

Alih Fungsi Lahan Eks Lokalisasi Girun Masih Jalan di Tempat

Kondisi eks lokalisasi Girun di Gondanglegi, Kabupaten Malang. - Image

Kondisi eks lokalisasi Girun di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

JawaPos.com- Rencana alih fungsi lahan eks lokalisasi Girun di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang masih jalan di tempat. Kendati sudah mendapat lampu hijau dari PT KAI, nyatanya hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembongkaran bekas bangunan prostitusi tersebut.


Camat Gondanglegi Tatok Irawanto menjelaskan, pembongkaran bangunan masih menunggu koordinasi antara kecamatan dengan Satpol PP Kabupaten Malang. "PT KAI sudah oke kok. Tinggal yang bersangkutan saja kok," jelas Tatok, Selasa (6/11).


Rencana pembongkaran bangunan eks lokalisasi Girun sudah menggaung sejak ditutup 2014 lalu. Namun, koordinasi yang kurang intensif antara pihak-pihak terkait, membuat pembongkaran urung teralisasi sampai sekarang.


Merujuk pada wacana pihak pemerintah Kecamatan Gondanglegi sebelumnya, ada gagasan untuk menjadikan eks lokalisasi tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Selain itu juga digunakan sebagai taman bermain anak-anak. Tapi hal itupun masih sebatas wacana.


"Dulu kan mau di bongkar terus mau dibuat taman anak-anak gitu, tapi sampai sekarang belum," kata mantan Camat Gedangan tersebut. Tatok mengatakan, angan-angan untuk menyulap tempat itu menjadi taman bermain tetap mungkin dijalankan.


Seperti diketahui, eks lokalisasi Girun merupakan salah satu tempat prostitusi terbesar di Kabupaten Malang. Selama puluhan tahun, Girun menjadi tempat bagi pekerja seks komersial (PSK) menjaring pria hidung belang.


Kabupaten Malang sendiri memiliki beberapa eks lokalisasi. Selain Girun, ada Slorok, Kromengan; Suko, Sumberpucung; Kebobang, Wonosari; Buk Tape, Panjen; Girun dan Kandangsapi Gondanglegi.


Tahun 2014 Pemkab Malang memutuskan untuk menutup Girun bersama lokalisasi-lokalisasi lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Dua tahun lalu, warga sekitar eks lokalisasi juga sudah diajak duduk bersama untuk membicarakan pembongkaran. Namun hingga saat ini, pembongkaran belum juga dilaksanakan. 


Sesaat setelah ditutup, wartawan JawaPos.com pernah mengunjungi eks lokalisasi yang letaknya di pinggir jalan itu. Komplek pelacuran itu berada di tengah kampung padat penduduk dan bisa dibilang kumuh.  


Bilik-biliknya juga sempit, pengap dan kumuh. Baunya apek dan hanya disekat dengan triplek.


Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore