
PAHLAWAN DEVISA: Aksi para TKI yang meradang di negeri orang
JawaPos.com–Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan hingga saat ini belum ada moratorium pengiriman pekerja migran ke luar negeri terkait dengan penyebaran virus korona (Covid-19).
"Kita belum ada kebijakan moratorium, tapi mencegah. Artinya, agak menahan diri, lihat situasi di sana. Kan kita yang bisa on langsung jalan atau enggak kan dari badan ini," kata Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Sukmo Yuwono di Purwokerto, Jawa Tengah, seperti dilansir dari Antara pada Rabu (4/3).
Sukmo mengatakan, pemerintah melalui perwakilan-perwakilan di luar negeri selalu mengimbau kepada seluruh pekerja migran untuk hati-hati. "Tidak hanya mengimbau, pemerintah kita juga memberikan masker secara gratis. Mereka yang mempunyai hari libur, bisa dipergunakan bisa enggak. Artinya, kita mengimbau untuk menghindari kerumunan-kerumunan," kata Sukmo.
Sampai saat ini, lanjut Sukmo, pekerja migran Indonesia yang sudah positif terkena virus korona adalah pekerja di Singapura. Namun saat ini, sudah dinyatakan sembuh. "Nah sekarang, kita tinggal memantau yang di Taiwan dan Hongkong. Sampai saat ini belum ada konfirmasi ada pekerja migran Indonesia yang kena virus korona di negara-negara Asia Pasifik itu. Cuma kita harus hati-hati, terutama Korea nih. Korea kan sedang mengganas," katanya.
Untuk pemantauan terhadap pekerja migran yang baru pulang ke tanah air, Sukmo mengatakan, sedang melakukan kerja sama dengan kementerian kesehatan dan imigrasi. "Sebenarnya tidak begitu berat, hanya pengecekan suhu tubuh. Tapi yang penting adalah dari sananya. Sebelum mereka pulang, pemerintah kita melalui perwakilan-perwakilan kita memantau apakah benar-benar ada PMI kita yang akan pulang atau masih bekerja di sana terkontaminasi virus ini, kepulangan mereka selalu dipantau," ujar Sukmo.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan upaya deteksi dini, misalnya jika ada pekerja migran Indonesia di Korea ada yang terkena virus korona, tidak akan kirim pekerja migran ke negara itu. "Tapi kita sudah seleksi sekitar 23 ribu orang, kalau kita memang belum meminta untuk disetop, ya Pemerintah Korea masih membuka untuk datang," kata Sukmo.
Saksikan video terkait virus korona berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=-ewh0f-xFI8
Video lainnya terkait virus korona:
https://www.youtube.com/watch?v=S6jbGrSpjbs
https://www.youtube.com/watch?v=t5jGYy44NHU

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
