Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 November 2018 | 00.49 WIB

Kepala Penuh Darah, Babinsa: Saya Cek Denyut Nadinya Sudah Tidak Ada

oko dan rumah yang disatroni perampok. Korban tewas dengan luka tusuk di leher. - Image

oko dan rumah yang disatroni perampok. Korban tewas dengan luka tusuk di leher.

JawaPos.com- Karim Mullah, 58, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya sendiri, Jumat (2/11) dini hari. Darah membasahi bagian kepala dan badan warga Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu.


Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Babinsa setempat, Serma Lufi Erdian (sebelumnya tertulis Sertu). Kepada JawaPos.com Erdian bercerita, dini hari tadi dia ditelepon oleh ketua RT setempat, Totok.


Totok menginformasikan kepada Erdian bahwa di rumah dan toko tempat tinggal Dullah telah terjadi perampokan. Kemudian saat itu juga dia segera melakukan pengecekan ke rumah korban.


Kondisi rumahnya gelap. Hal ini janggal menurut Erdian. Pasalnya, toko milik korban yang tinggal seorang diri itu selalu buka hingga pukul 03.00 WIB.


Erdian yang curiga segera masuk ke dalam rumah. Dia tidak sendirian, melainkan bersama Totok.  Ternyata di kamar korban, dia temukan tubuh Dullah sudah bersimbah darah, dalam posisi terlentang. "Saya minta ditemani Pak Totok sebagai saksi dan Ketua RT di wilayah ini," kata Erdian.


Erdian lalu memeriksa kondisi korban. Jika masih dalam keadaan bernapas, sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit.  "Setelah saya cek, denyut nadi ternyata sudah tidak ada. Saya minta Pak Totok membiarkan posisi korban seperti semula tidak kami ubah. Menunggu polisi datang," kata dia.


Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. Bagian kepalanya bocor.


Erdian lantas menunjukkan foto berdarah-darah yang dia ambil langsung dari lokasi kejadian kepada JawaPos.com. Kepala korban penuh darah, tangannya juga karena terkena cipratan dari kepala.


Sweter yang digunakan tampak basah oleh darah segar. Begitu juga dengan lantai dan dinding. Masih berdasarkan foto itu, jika dilihat lebih lama, ekspresi terakhir korban menunjukkan kesakitan hingga wajahnya mengernyit.


"Saya dan Pak Totok yang pertama ke TKP, yang ngambil foto pertama ya saya," tegasnya.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, dari hasil olah TKP sementara, terdapat luka tusuk pada leher kanan korban.


Selain itu, juga terdapat luka sayat pada leher belakang. Namun, Adrian mengaku pihaknya tidak ingin gegabah memutuskan penyebab utama kematian korban. "Kami masih menunggu hasil visum saja. Ditemukan luka di leher korban," kata Adrian.


Dugaan sementara, kata Adrian, Dullah merupakan korban perampokan. Ini karena ada barang milik Dullah yang hilang, yakni sepeda motor matic merek Vario.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore