
Penyerahan piagam pada intansi dan stekholder yang terlibat dalam satgas karhutla.
JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Sumatera Selatan (Sumsel). Setidaknya sudah ada 37.362 hektare lahan yang dilalap si jago merah sepanjang 2018. Salah satu faktor pemicu karhutla adalah musim kemarau panjang.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan, catatan lahan terbakar dilakukan sejak diterapkannya siaga karhutla pada 1 Februari hingga 31 Oktober. Adapun lahan yang paling banyak terbakar terdapat di Ogan Komering Ilir (OKI) dengan luas 19.402 hektare. Karena memang kondisi lahan di OKI kebanyakan gambut. Sehingga sangat sulit dipadamkan serta mudah terbakar saat terjadi kekeringan.
Selanjutnya disusul Kabupaten Banyuasin dengan luas lahan terbakar mencapai 5.812 hektare. Lalu Kabupaten Muara Enim seluas 4.404 hektare, serta Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.577 hektare.
Untuk Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lahan yang terbakar mencapai 1.646 hektare. Kemudian di Kabupaten Musi Rawas seluas 1.776 hektare. "Untuk daerah lainnya ada juga (karhutla) tapi luasannya relatif kecil. Hanya puluhan hingga ratusan hektare," kata Ansori saat dihubungi JawaPos.com di Palembang, Jumat (2/11).
Selama diterapkannya siaga karhutla, sebanyak 13 unit helikopter dioperakan untuk waterboombing. Dengan jumlah penerbangan sebanyak 1.173 kali dan waterboombing sebanyak 27.097 kali.
Dalam waterboombing, air yang ditumpahkan sebanyak 103 juta liter. Selain waterboombing, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan TMC yang melibatkan 4 pesawat. Tercatat ada 120 kali penerbangan dan bahan semai sebanyak 123.520 kilogram garam. "Dengan dicabutnya status siaga karhutla, maka seluruh operasi dihentikan. Termasuk dengan operasional pesawat," tutur Ansori.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel resmi mencabut status siaga karhutla pada Kamis (1/11). Pencabutan status siaga ini sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel, yang sebelumnya siaga karhutla diterapkan pada 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
