
Ahmad Rianto melintasi rute ujian praktik SIM C di Mapolres Rembang, Senin (7/8)
JawaPos.com - Korlantas Polri mengubah pola ujian praktik surat izin mengemudi (SIM) bagi pengendara sepeda motor. Tidak ada lagi rintangan angka delapan dan trek zig-zag.
Sudah tidak tampak patok-patok kecil yang menandai rute zig-zag di lintasan ujian praktik SIM C di Polres Blora. Demikian pula rute berbentuk angka delapan. Lintasan ujian itu hanya berupa jalur lurus dan berbelok. Itu pun terlihat lebih lebar.
Joko, driver ojek online (ojol) asal Blora, merasakan sirkuit baru tersebut, Senin (7/8). Bersama sejumlah peserta ujian lain, dia melintas di trek itu dari garis start.
Melaju lurus dengan kecepatan 30 km/jam, beberapa meter kemudian terdapat rambu rem. Di situ dia mulai mengurangi laju kendaraan.
Selanjutnya, ada rambu stop. Joko pun berhenti sejenak, menengok ke kanan, lalu menekan tombol klakson. Setelah itu dia melaju kembali. Dia lantas melewati tikungan dan jalur berkelok-kelok.
Kemudian melesat lurus sampai garis finis. Tak sampai 5 menit dia menyelesaikan ujian praktik tersebut.
’’Ini lebih mudah. Jalannya juga lebih lebar. Trek angka delapan dan zig-zag yang sebelumnya menyusahkan masyarakat. Senang bisa lulus,’’ ucapnya setelah menjalani ujian.
Ketika ditemui Jawa Pos Radar Kudus, Kasatlantas Polres Blora AKP Noach Hendrik mengungkapkan bahwa tes dengan sirkuit baru itu dimulai per 7 Agustus 2023.
Perubahan lintasan ujian praktik sepeda motor tersebut sesuai dengan instruksi Kapolri melalui Korlantas Polri lewat surat keputusan KEP/105/VIII/2023.
’’Sirkuit baru ini sudah siap digunakan. Hari ini (Senin, Red) sebenarnya uji coba oleh rekan-rekan dari ojol maupun anggota TNI dan media,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, perubahan itu ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan SIM. Namun, kepolisian akan tetap memperhatikan kompetensi peserta. ’’Polri akan terus mengevaluasi bilamana ada yang perlu diubah lagi,’’ tegasnya.
Kemudahan yang sama dirasakan para peserta ujian SIM C di Polres Rembang. Kuncur Adi Cahyono, salah seorang driver ojol, mengaku tidak menemui kesulitan saat melintasi trek baru itu sehingga bisa lulus.
Demikian pula halnya bagi Ahmad Rianto. Penyandang disabilitas yang mengendarai motor beroda tiga tersebut mengungkapkan, lintasan baru ujian praktik tersebut jauh lebih mudah daripada sebelumnya.
’’Tadi (Senin, Red) saya mencoba. Ternyata, gampang. Beloknya lebih mudah. Saya lega akhirnya bisa lulus,’’ ujarnya.
ESKO SUSANTO, Blora-VACHRY RINALDI, Rembang

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
