Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2019 | 20.52 WIB

Pariwisata Lembah Baliem Tak Terdampak Kerusuhan Wamena

Sejumlah wisatawan mancanegara saat menyaksikan atraksi tarian adat pada hari kedua pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya. (Cenny/Cepos/JPG) - Image

Sejumlah wisatawan mancanegara saat menyaksikan atraksi tarian adat pada hari kedua pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya. (Cenny/Cepos/JPG)

JawaPos.com - Kabupaten Jayawijaya yang terkenal dengan Lembah Baliem dan rumah-rumah suku Dani tidak sedikitpun terpengaruh kerusuhan beberapa waktu lalu di Wamena, Jayawijaya. Objek-objek budaya dan wisata alam tersebut tetap eksis dan aman dikunjungi para wisatawan lokal serta mancanegara.

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, mengatakan sejumlah destinasi wisata tersebut dalam kondisi aman, tidak terkena dampak kerusuhan. Letak obyek-obyek wisata tersebut berada di pinggir Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

Misalnya, suku Dani sebagai pemilik objek wisata budaya, seperti mumi mengusung tradisi selalu menjaga peninggalan leluhur. Rumah-rumah dan kehidupan tradisional suku Dani di sekitar Wamena dan Lembah Baliem masih utuh dan bisa dinikmati wisatawan.

“Termasuk situs Gua Kontilola dengan gambar Alien di dalamnya juga aman dari kerusuhan. Mama-mama suku Dani yang kreatif juga masih bersemangat merajut noken, baik untuk dipergunakan sendiri atau untuk dijual pada wisatawan,” kata Hari dalam keterangannya, Kamis (10/10).

Tak hanya itu, kebun-kebun di pinggiran Wamena juga masih menghasilkan ubi jalar dan keladi, sebagai kuliner tradisional Lembah Baliem.

“Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Dengan modal objek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan,” ujarnya.

Menurut Edbert Gani, peneliti dari CSIS, sektor pariwisata merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan pembangunan, tingkat ekonomi, dan kondisi masyarakat sebuah negara atau daerah.

Oleh sebab itu, ia mendukung jika sektor pariwisata terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam setiap upaya untuk membangun Papua.

"Pariwisata di Papua dalam konsep membangun provinsi itu harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang intinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil, secara etika dan sosial masyarakat," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore