
Uang yang akan berakhir masa edarnya 1 Januari 2019
JawaPos.com - Sepuluh tahun sejak dicabut dan ditarik dari peredaran, ternyata masih banyak masyarakat yang simpan empat pecahan uang kertas rupiah tahun emisi (TE) lama.
Uang yang dicabut itu, yakni uang kertas Rp 10 ribu TE 1998 dengan gambar pahlawan nasional Tjut Nyak Dhien. Pecahan Rp 20 ribu TE 1998 bergambar Ki Hadjar Dewantara. Kemudian, Rp 50 ribu TE 1999 bergambar WR Soepratman. Terakhir Rp 100 ribu TE 1999 bergambar pahlawan proklamator Dr Ir Soekarno dan Dr H Mohammad Hatta.
Ini terungkap saat Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan gelar layanan penukaran uang tahun emisi lama, akhir pekan kemarin, 29-30 Desember 2018. BI pun lakukan sosialisasi langsung ke masyarakat sekitar Pasar 16 Ilir, Ampera, LRT, dan Kambang Iwak.
Sosialisasi mengajak masyarakat menukarkan uang rupiah lamanya ke BI karena penukaran pecahan tersebut berakhir 30 Desember 2018. “Sepanjang tahun kita sudah sosialisasikan lewat media seperti koran, radio, media sosial, dan leaflet. Kita melihat di momen-momen akhir perlu turun langsung,” ungkap Pjs Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).
Dikatakan, masyarakat pun menyambut antusias. Hari pertama (29/12), total Rp 10.830.000 uang tahun edisi lama ditukarkan masyarakat. Hari kedua (30/12), ada sekitar Rp 6,5 juta-an yang ditukar. Artinya banyak masyarakat yang masih menyimpan uang emisi lama.
Menurutnya, BI secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Dengan pertimbangan seperti masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman, atau security features pada uang kertas.
Pencabutan dan penarikan uang dari peredaran ini, tegasnya, tak serta merta dilakukan. Namun, masyarakat sudah diberikan waktu sepuluh tahun terakhir. Lima tahun pertama bisa ditukar di perbankan dan BI. Lima tahun kedua hanya bisa ditukarkan di BI.
“Respons masyarakat yang menukarkan uangnya senang karena mendapat uang emisi baru. Ini juga bagian dari pengelolaan uang rupiah,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
