
MATI SURI: Tidak ada aktivitas di Gedung Pringgodani setelah alat-alat kesenian diambil pemkot. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Persoalan pengambilan gamelan dan penutupan gedung di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya ternyata tak jauh berbeda dengan Wisma Persebaya. Pemkot Surabaya berdalih sedang mengamankan aset yang selama ini menjadi temuan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Aset-aset tersebut harus punya hubungan hukum yang jelas.
Sementara itu, para seniman yang selama ini menghidupkan THR dalam kondisi penuh keterbatasan akan terus bertahan. Jadwal pentas yang sudah ditata rapi hingga akhir Mei ini berantakan karena Gedung Pringgodani ditutup begitu saja. Tanpa ada pemberitahuan dan komunikasi yang baik sebelumnya Rika Sulisdiana, seniwati komunitas Ketoprak dan Wayang Orang Pringgodani THR Surabaya, mengungkapkan, setelah berdemo pada Jumat (17/5), para seniman semakin yakin ada banyak pihak yang mendukung.
Mereka berharap DPRD Surabaya menepati janji untuk memperjuangkan kesenian di THR. "Jangan sampai seperti mau dibunuh. Bagi saya, ini kriminalitas, sedikit demi sedikit barang yang kami pakai dilucuti. Ibarat orang diambil lemahe. Dipateni alon-alon," ujar Rika di THR kemarin (18/5).
Dia juga sudah mendengar soal rencana pemkot untuk merenovasi THR. Tapi, rencana itu belum disosialisasikan. Para seniman menunggu iktikad baik pemkot untuk mengagendakan pertemuan yang lebih baik agar komunikasi bisa berjalan lancar.
"Yang jelas, lokasi pentas itu harus dekat dengan tempat tinggal seniman," tegasnya. Rika yang sudah belasan tahun menjadi seniwati di THR menambahkan, mayoritas para seniman itu berkesenian hanya demi pengabdian. Bukan untuk mencari kesejahteraan. "Bukan uang yang dicari, tapi nguri-nguri budoyo," imbuhnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pengamanan aset, termasuk di THR, saat ini menjadi salah satu prioritas. Sebab, ada temuan BPK. "Aset itu kalau dipakai orang, harus ada sewa. Temuan BPK sudah berkali-kali. Jadi, seolah-olah pemkot membiarkan aset yang terbengkalai. Sekarang fokusnya pada aset," ungkap Eric -sapaan Eri Cahyadi- kemarin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
