
DITUNGGU-TUNGGU: Progres pengerjaan underpass bundaran Satelit dilihat dari udara kemarin sore (13/5). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Target Pemkot Surabaya untuk menyelesaikan proyek underpass satelit pada 14 Mei dipastikan tak tercapai. Meski konstruksi dasar sudah selesai, proyek tersebut masih memerlukan banyak finishing.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengakui hal itu. Menurut dia, proyek tersebut sempat terkendala beton. Tapi, kini masalah itu sudah teratasi. ''Sekarang hampir separo lebih lajur sudah diberi beton,'' ucapnya. Eri menambahkan, selain pemasangan beton jalan, saat ini pengerjaan underpass satelit memasuki tahap finishing Dengan begitu, targetnya sebenarnya sama. Yakni, pada 31 Mei underpass satelit sudah bisa diresmikan wali kota. Dia menambahkan, pemkot juga masih memesan tugu yang akan dipasang di sekitar underpass satelit. Tugu itu akan dijadikan monumen. Para donatur yang menyumbang dana untuk underpass satelit nanti tercatat di sana.
Menurut Eri, progres pengerjaan underpass satelit sudah mencapai hampir 100 persen. Hanya, ada beberapa titik yang saat ini masih menunggu pengerjaan. Misalnya, di sebelah barat HR Muhammad, akan ada pemasangan beton sebagai akses pengendara ke underpass satelit. Saat ini akses tersebut masih berupa tanah.
Selain itu, area tersebut bakal dibersihkan terlebih dahulu. Sebab, masih ada taman yang menutupi akses ke underpass satelit. Meski begitu, pihaknya optimistis pada 31 Mei proyek sepanjang 350 meter itu bisa diresmikan dan segera dimanfaatkan warga.
Proyek taman di area underpass satelit juga mulai dikerjakan. Saat ini pengerjaannya masih tahap awal, yakni penataan lahan. Jika tidak ada kendala, pembuatan taman pasif tersebut diprediksi rampung akhir bulan ini.
Kemarin satu ekskavator meratakan area yang akan dijadikan taman. ''Alat beratnya saat ini masih kondisional,'' kata Kasi Ruang Terbuka Hijau Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Rochim Yuliadi kemarin siang (13/5).
Rochim menambahkan, selain penataan lahan untuk taman, saat ini masih dilakukan pengelolaan di area penanaman. Tanah bekas galian underpass satelit akan dicampur dengan tanah kompos dan tinja. Tujuannya, tanah menjadi lebih subur.
Dia menjelaskan, tahap tersebut sudah dilakukan di kedua sisi, baik selatan maupun utara. Menurut Rochim, pembuatan taman tahun ini memang masih difokuskan di bagian barat bundaran. ''Anggarannya tahun ini memang untuk area barat saja,'' ucapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
