
Kondisi kapal yang kecelakaan.
JawaPos.com - Kecelakaan lalulintas perairan kembali terjadi di Banyuasin Sumsel, Senin (18/3). Dalam kecelakaan maut tersebut tujuh orang dikabarkan tewas termasuk kernet dan pengemudi kapal atau serang.
Kepala Dishub Banyuasin, Supriadi mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban tewas akibat kecelakaan tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang didapatkannya ada tujuh orang meninggal.
"Tujuh orang ini termasuk kernet dan nahkodanya," katanya saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Senin (18/3).
Dia membeberkan, kronologi kecelakaan maut berawal saat Speedboat Awet Muda dari Karang Agung, Musi Banyuasin ingin menuju ke Kota Palembang. Namun, saat di lokasi kejadian atau tepatnya di peraira Upang Jaya, Banyuasin, kapal menabrak pohon. Sehingga kapal pun hancur dan menyebabkan korban jiwa.
Dari informasi yang diterimanya, jika speedboat ini sempat juga menurunkan penumpang sebelum terjadinya kecelakaan. Karena itu, dirinya belum dapat memastikan total penumpang yang berada dalam kapal tersebut.
"Infonya ada yang sudah turun, tapi kami tidak tahu berapa orang," ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang meninggal dunia. Empat korban rencananya akan dibawa ke RS Bhayangkara, dua korban dibawa ke Puskesmas Pemulutan yakni Kernet dan nahkoda. Sedangkan, satu korban meninggal yakni di RS AK Gani setelah mendapatkan perawatan.
"Kami masih mencari info berapa total penumpangnya. Karena, penumpang yang selamat masih mengalami trauma," tutupnya.
Sementara itu, Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang, Rio Taufan mengatakan berdasarkan data yang didapatkan pihaknya, jika kapal tersebut bermuatan 20 orang. Namun, sebelum kejadian berpenumpang sebanyak 18 orang.
Saat ini, data yang diterima pihaknya 12 orang penumpang selamat. Sedangkan, enam penumpang termasuk kernet dan serang meninggal dunia.
"Untuk sementara itu datanya karena anggota masih di lapangan," singkatnya.
Berikut data penumpang yang selamat dan meninggal dunia.
Penumpang Selamat
1. Febro (L) 21 tahun
2. Setio (L) 38 tahun
3. Hainim (L) 50 tahun
4. Satimin (L) 37 tahun
5. Risa (P) 15 tahun
6. Marbiro (L)
7. Mr. X
8. Mr. X
9. Budi (L) 30 tahun
10. Aqila (P) 1 tahun
11. Feli (L) 32 tahun
Meninggal dunia
1. Muhidi (L) 24 tahun
2. Kusnul (L) 60 tahun
3. Tarno (L) 50 tahun
4. Muhammad (L) 50 tahun
5. Kodar (L) 20 tahun
6. Sofian (L) 63 tahun
7. Ganjar (L) 37 tahun

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
