
ILUSTRASI blokade jalan
JawaPos.com - Sekitar 100 warga Desa Simba Raya dan sekitar Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat melakukan aksi pemblokadean Jalan Lintas Sintang-Ketungau, Selasa (12/2) pagi. Mereka menuntut agar jalan provinsi tersebut mendapat perhatian pemerintah.
Koordinator Aksi, Remegius mengatakan, masyarakat menuntut agar jalan segera perbaiki. Khususnya di Desa Simba Raya. Lantaran berada di bibir kota. Hanya berjarak 7 kilometer dari Kota Sintang.
"Kami juga menuntut janji Gubernur saat kunjungannya ke sini pada 25 Januari 2019," ujarnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (13/2).
Melalui aksi tersebut, Remegius berharap masyarakat Desa Simba Raya dan sekitarnya bisa menimkati jalan yang memadai. Seperti daerah-daerah lainnya. "Harapan besar kami dengan adanya aksi ini, instansi terkait bisa datang untuk memberikan solusi," harapnya.
Seandainya perwakilan pemerintah tidak datang, maka pihaknya tak akan membuka pemblokadean tersebut. Bahkan warga mengancam akan mengadakan aksi lebih besar lagi. Jika pemerintah tidak merespon.
"Inilah harapan kami, makanya instansi terkait kami harapkan bisa hadir di sini," tukasnya.
Dijelaskannya, jalur tersebut merupakan penghubung empat kecamatan. Sehingga Desa Simba Raya mewakili empat kecamatan tersebut untuk menyuarakan aspirasi. Maka untuk aksi awal kemarin hanya melibatkan warga Desa Simba Raya dan sekitarnya.
"Tapi kalau tidak ada tanggapan, maka akan lebih ramai lagi," ancam Remegius.
Kepala Desa Simba Raya, Sugiono menjelaskan, janji Gubernur Kalbar saat kunjungan kerjanya kemarin akan memanggil delapan perusahaan yang berada di Binjai-Ketungau untuk perbaikan jalan.
Namun sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada realisasinya. Apakah Gubernur belum panggil atau memang perusahaan yang melalaikan, pihaknya tidak tahu.
"Makanya janji itu juga menjadi tuntutan warga," jelasnya.
Selaku Kades, dirinya merasa bangga dengan aksi yang dilakukan warga kemarin. Mengingat kondisi jalan memang sudah sangat memprihatinkan. "Sehingga memang harus segera dapat ditangani," ucapnya.
Ditegaskan Sugiono, aksi mereka bukan untuk menghambat. Tapi memperlancar agar pemerintah segera memberikan solusi jalan untuk masyarakat.
"Karena sebelum ada aksi ini, tidak ada perhatian khusus dari instansi terkait," sebutnya.
Lantaran Dinas PU Sintang memberikan jawaban yang diharapkan warga, pemblokadean jalan tersebut dibuka sekira pukul 13.00 WIB. Tapi warga mengancam akan melakukan pemblokiran kembali jika janji yang disampaikan tidak ditepati.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
