
ilustrasi
JawaPos.com MANADO— Tindakan kekerasan diduga dilakukan Kapolsek Touluaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulut Ipda AR, kepada Des Kosegeran (46).
Warga Desa Lobu, Jaga Satu, Kecamatan Touluaan ini mengadukan nasibnya telah dijadikan sansak oleh Ipda AR.
Peristiwa ini terjadi di markas Polsek Touluaan, Kamis (19/11) sore.
Pengakuan Alex Taogan, keluarga korban seperti dikutip Posko (Jawa Pos Grup), Des mengalami cedera kepala dan sakit di beberapa bagian tubuh. Kejadiannya, sekira pukul sekira pukul 16.30 wita, Kamis (19/11), kemarin.
“Sore itu Des sedang duduk di warung warga sambil menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba muncul anggota Polsek lalu membawa Des ke Mapolsek dengan mobil,” ungkap Alex.
Setiba di kantor polsek, Des dipukul oknum kapolsek menggunakan benda tumpul di atas kepala.
Tak cukup puas, korban mendapat pukulan di wajah sebanyak tiga kali. Padahal korban tidak melakukan kesalahan.
"Tidak diketahui masalahnya, tapi saudara saya dipukul seperti itu. Dia (Kapolsek) pelindung masyarakat bukan pemukul masyarakat," tegas Taogan.
Setelah korban divisum, keluarga mengadukan ke atasan di Polres Minsel. Mereka ingin diselesaikan secara hukum.
"Kami telah adukan kasus ini ke Polres Minsel. Korban telah divisum kini tinggal tunggu hasilnya," sambung Taogan.
Kapolsek Ipda AR membantah telah menganiaya korban. AR tidak pernah memukul, tapi hanya diberi teguran. “Dia (korban, red-) lantaran nakal di kampung, jadi saya berikan pelajaran. Namun tidak memukul di kepala," elak AR.
Kapolsek mengaku, telah berulang kali menegur korban. Bukan bertobat, kelakuan korban menjadi-jadi dan melakukan kasus berkali-kali.
"Saya banyak kali menegurnya, namum dia saja tak mendengar dan melakukan kasus berulang-ulang," sebutnya.
Tak hanya menepis telah menganiaya, AR juga membantah tudingan miring dirinya main perempuan. Apalagi sampai dituding memeluk perempuan seperti beredar di masyarakat. “Tuduhan itu semua tidak benar," pungkasnya.
Kapolres Minahasa Selatan melalui Kasubbag Humas Iptu Imade Kartiawan membenarkan laporan dari keluarga korban dari Minahasa Tenggara

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
