Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2015 | 14.35 WIB

1 Warga Tewas dan Kritis saat Penertiban Tambang Ilegal

DITERTIBKAN: Aparat gabungan menertibkan pondok-pondok penambang emas ilegal di Kenagarian Ampek Koto Dibauah, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Senin (26/10). - Image

DITERTIBKAN: Aparat gabungan menertibkan pondok-pondok penambang emas ilegal di Kenagarian Ampek Koto Dibauah, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Senin (26/10).

JawaPos.com - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mencekam. Ratusan warga tiba-tiba datang membawa jenazah dan melempari rumah dinas bupati selepas Magrib, Senin (26/10).



Emosi warga dipicu tewasnya seorang rekan mereka dan satu lagi kritis, usai penertiban tambang emas ilegal yang dilakukan petugas gabungan Polri, TNI dan Satpol PP di Jorong Duriansimpai, Kenagarian Ampek Koto Dibauah, Kecamatan IX Koto, Senin (26/10) siang.



Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group), penambang bernama Toni (22) warga Kota Solok, dan Dedi (25) asal Pulau Jawa, ditemukan terkapar di lokasi tambang emas ilegal yang baru saja ditertibkan.



Keduanya diduga kekurangan oksigen saat terkurung di lubang tambang. Karena terlalu banyak menghirup asap saat petugas gabungan membakar ratusan pondok penambang di lokasi tambang emas ilegal.



Salah seorang warga, Leli menduga, kedua korban tersebut masuk ke lubang tambang dan tidak mengetahui adanya penertiban aparat gabungan. “Karena ada juga warga yang menambang mulai dari subuh,” katanya.



Sebelum penertiban, sekitar pukul 09.00 dilakukan apel gabungan yang dihadiri Kapolres AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Pabung Kodim 0310/SSD Mayor Idham Chalid dan Kasat Pol PP Marius. Setelah itu tim gabungan berangkat menuju lokasi tambang emas ilegal di Sungai Beruang dan Sungai Pinang.



Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.30, ribuan penambang diminta pergi meninggalkan lokasi dan keluar dari lubang tambang. Merasa lokasi sudah aman, tim gabungan yang berjumlah sekitar 180 orang membakar ratusan pondok di sekitar lubang tambang.



Penertiban berlangsung aman dan tidak ada perlawanan warga. Setelah penertiban, petugas gabungan meninggalkan lokasi tambang yang letaknya sekitar 2 kilometer dari jalan raya lintas Sumatera.



Dalam perjalanan, beredar kabar ada penambang yang ditemukan meninggal dalam lubang tambang. Selain itu, seorang lagi kritis dan dibawa ke puskesmas. (ita/cr8/ayu/hsn/JPG)



Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore