Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Februari 2019 | 19.41 WIB

Ini Perbedaan Pasar Bersih Modern Dengan Pasar Tradisional yang Kumuh

Situasi Pasar Santa yang bersih dan modern - Image

Situasi Pasar Santa yang bersih dan modern

JawaPos.com - Perubahan wajah Pasar Tradisional di Jakarta sedang giat digencarkan oleh PD Pasar Jaya. Rencananya akan ada 21 pasar yang ikut dalam Kerja Sama Operasional (KSO). Namun bagaimana wajah pasar yang sudah direvitalisasi dan belum?


Pasar tradisional biasanya erat dengan kondisi yang becek dan kotor, namun jangan salah jika warga Jakarta berkunjung ke Pasar Santa, Jakarta Selatan maka semuanya akan berbeda. Sebab, pasar ini sudah menjadi modern tanpa meninggalkan kesan pasar tradisional.


Diketahui, Pasar Santa telah berdiri sejak 1971 dengan kondisi yang kumuh, kotor dan bau, kiosnya pun masih ditutup papan-papan. Namun sejak 2006 pasar ini telah menjadi pasar tradisional modern yang banyak dikunjungi anak muda.


Seperti yang diutarakan oleh salah satu pedagang Ace, 60, dia mengaku telah 36 tahun berdagang di Pasar Santa. Menurutnya pedagang daging saat itu kesulitan karena aliran air sangat kotor dan sampah dimana-mana.


"Kalau dulu ya gitu daging airnya bekas daging ditumpukin gitu di satu sisi, nah sekarang perawatannya seperempat jam sekali dipel disapu. Ada cleaning servisnya, air juga ditutup nih pake steanless aliran ke luar bawah," jelasnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/2).


Namun tantangan pedagang di Pasar Santa, lanjut Ace, adalah bersaing dengan supermarket dan mall modern. Sehingga, penurunan pendapatan karena sepinya pelanggan sangat dirasakan. Bahkan dirinya melihat walaupun dulu kumuh, pelanggan sangat ramai.


"Dibagusin pelanggannya nggak banyak juga, padahal dulu walaupun jelek ramai banget. Ya kan sekarang saingannya supermarket modern, padahal lebih murah kita. Soalnya orang kita tuh laen maunya elit aja gitu," ungkap Ace.


Dulu, fasilitas di Pasar Santa sangatlah minim baik dari toilet yang kotor dan bau, lalu letak toko yang berantakan. Begitupula dengan parkiran yang tidak terstruktur, pembayarannya dan juga masih banyak PKL di luar pasar.


Namun saat ini, Pasar Santa disulap sesuai dengan kondisi jaman seperti dilengkapi fasilitas seperti perbankan, ATM, bank. Begitupula fasilitas parkiran sudah menggunakan tiket baik motor dikenakan Rp 2.000 perjam, sedangkan Mobil Rp 5.000 perjam.


Sayangnya, masih banyak pasar yang perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu pasar yang direncanakan direvitalisasi adalah Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dibangun sejak 1930, pasar ini sangatlah sederhana.


Salah satu pedagang Bahrudin, 57,  menjelaskan pasar baru diperbaiki hingga menjadi gedung saat 1998 dengan kondisi yang kotor, lantai keramik hitam, dan bau. Namun, saat ini Bahrudin menjelaskan banyak perubahan yang menguntungkan pedagang.


"Sudah dengar iya mau direnov, cuman kalau saya sih maunya gini saja. Soalnya kalau ada perubahan mesti bayar lagi, ngangsur kredit lagi 5 tahun. Yah kurang menguntungkan lah apalagi sekarang sepi banget," jelasnya di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.


Bahrudin menjelaskan nantinya lokasi jualan basah seperti daging, ikan dan ayam akan disatukan sebab selama ini terpisah. Bagian daging ada di belakang pasar, ikan di luar pasar, sedangkan ayam ada di tengah pasar namun semuanya di lantai 1.


"Nanti ini kayaknya disatuin ini kan masih misah.  Dulu tukang daging 20 tinggal 4 nah ayam tuh di tengah, ikan di luar rencananya di satuin gitu. Biar ada perampingan, sehingga terisi semua. Kalau ini kan nggak terisi ini, kosong ikan juga paling 2 orang," ungkapnya.


Walaupun masih dikatakan bersih, namun pantauan JawaPos.com banyak ruang kosong yang tidak terpakai. Begitupula dengan pedagang kaki lima yang masih menjamur, adapula pedagang yang tidak berada di dalam gedung dan masih beralaskan tanah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore