Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Februari 2019 | 02.53 WIB

Gunakan Command Centre, 5 Sungai di Malang Terpantau 24 Jam

Perum Jasa Tirta I meluncurkan sistem Command Centre untuk memantau aliran di 5 sungai. - Image

Perum Jasa Tirta I meluncurkan sistem Command Centre untuk memantau aliran di 5 sungai.

JawaPos.com - Perum Jasa Tirta I melakukan terobosan baru dalam hal pemantauan air di 5 sungai yang ada di wilayahnya. Yakni dengan meluncurkan Command Centre di awal tahun 2019 ini. 


Melalui Command Centre ini, pihaknya bisa memantau air selama 24 jam penuh. Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan mengatakan, sebelumnya, pemantauan air yang dilakukan oleh Jasa Tirta I masih menggunakan sistem analog. Yakni dengan metode pengumpulan data secara konvensional. 


Namun, setelah 28 tahun, pihaknya pun bertransformasi dengan cara yang lebih modern, yakni dengan menggunakan cara digital. Bila sebelumnya sistem pemantauan hanya dilakukan di Sungai Brantas, yakni yang mengaliri wilayah Malang Raya hingga Surabaya, kini dengan Command Centre bisa memantau air di lima sungai sekaligus. "Diantaranya Sungai Brantas, Bengawan Solo hingga Sungai Tobasa yang ada di Sumatera Utara," ujarnya.


Melalui sistem tersebut, lanjut dia, pihaknya bisa melakukan pemantauan air yang mencakup kepentingan masyarakat. Seperti curah hujan, air mengalir di sungai, jumlah tampungan air di waduk, dan ketersediaan air hingga kualitas air. 


"Kami melakukan berbagai upaya yang disesuaikan dengan revolusi industri 4.0. Sehingga, semua bisa terdigitalisasi, bisa dipantau secara real time selama 24 jam. Di Indonesia, ini baru yang pertama, semoga bisa dilestarikan," papar dia. 


Tak hanya itu, sistem tersebut juga bisa digunakan untuk mencegah kemungkinan terjadinya bencana yang berhubungan dengan air. "Nantinya, ada indikator khusus yang bisa menghitung debit air. Apakah masuk dalam kategori siaga hijau, kuning atau merah," terangnya. 


Raymond menerangkan, faktor terjadinya bencana salah satunya bisa dilihat dari curah hujan. Bila curah hujan diatas 50 mm dalam satu jam, maka bisa dibilang akan memicu terjadinya bencana. 


Raymond mencontohkan, bila di Kota Malang terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan air sungai naik, maka bisa menggunakan indikator siaga. "Misalnya sudah siaga hijau. Kami akan memberikan informasi tersebut ke bendungan, supaya mereka bisa mempersiapkan antisipasi. Jadi seperti bejana berhubungan, bisa menghitung air yang masuk dan yang keluar," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore