Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2015 | 21.12 WIB

Guru Besar Unair Ditemukan Tewas di ITS, Kepala Berlumuran Darah

Guru Besar Unair Ditemukan Tewas di ITS, Kepala Berlumuran Darah - Image

Guru Besar Unair Ditemukan Tewas di ITS, Kepala Berlumuran Darah

JawaPos.com SURABAYA - Civitas academica Unair Surabaya sedang berduka. Prof Dr drh Ngakan Ketut Laba Mahaputra MSc ditemukan tewas di kompleks bangunan tower Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/9) petang dengan kondisi kepala berlumuran darah.



Mayat korban ditemukan seorang pekerja bernama Romli. Dia melihat sesosok tubuh tergeletak di depan gedung yang belum jadi.



Setelah didekati, ternyata kepala korban mengeluarkan banyak darah. Temuan itu dilaporkan ke satuan keamanan kampus dan diteruskan ke polisi.



Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, korban berada di sekitar lokasi kejadian sejak sore.



Sekitar pukul 16.30, korban jalan-jalan dengan ditemani menantunya bernama Ahmad Wiza Faruqi. Keduanya mengelilingi kompleks kampus ITS dengan berjalan kaki.



Pukul 17.30, dosen tersebut meminta Faruqi pulang untuk mengambil handphone. Faruqi pun menurutinya dan meninggalkan korban seorang diri di dekat bangunan tower ITS. Setelah itu, dia mendengar informasi bahwa mertuanya meninggal.



Kapolsek Sukolilo Kompol Noerijanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. "Kami masih memeriksa saksi-saksi," katanya.



Dari olah tempat kejadian perkara, korban ditemukan terluka di kepala bagian belakang. Banyak darah yang keluar dari sisi tersebut dan menggumpal di satu tempat. Polisi tidak menemukan luka di bagian tubuh lain.



Sementara itu, Rektor Unair Prof Muhammad Nasih membenarkan bahwa korban adalah dosen di kampus yang dipimpinnya.



Hanya, dia menyatakan tidak tahu-menahu soal penyebab kematian korban. "Setahu saya, dia menderita penyakit kronis infeksi," ucapnya.



Korban diketahui menderita infeksi larva strongylus (cacing kuda) sejak lama. "Kami ikut berbelasungkawa," kata guru besar fakultas ilmu ekonomi itu. Dia menambahkan, sudah ada tim dari Unair yang terjun ke lokasi kejadian. (ian/ton/bri/did/eko/c7/kim)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore