
Buaya yang berhasil ditangkap warga.
JawaPos.com--Musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Kutai Timur, Kaltim tidak hanya mengakibatkan kabut asap. Kondisi itu ternyata juga memaksa buaya Sangatta untuk bermigrasi.
Kamis (17/9) malam, warga Jalan Sepakat, Sangatta Utara dihebohkan oleh munculnya seokor buaya berukuran 1,5 meter di sekitar pemukiman. Warga pun langsung mengamankan hewan tersebut untuk selanjutnya dilepas ke Sungai Sangatta.
Seperti dilansir Bontang Post (Grup Jawa Pos), Sabtu (19/9), kejadian berawal saat Wahyudi, warga Jalan Impres RT 28, sedang asyik nongkrong di depan rumah sekaligus toko pakaian miliknya. Ada warga yang mengabarkan seekor buaya muncul tak jauh dari rumahnya.
Sontak bersama saudaranya, pria akrab disapa Yudi itu mencoba mencari tahu. Beberapa warga lain juga sudah berkumpul, mencoba mencari buaya yang masuk ke dalam parit. Dari informasi yang diperoleh, buaya itu awalnya terlihat di pinggir jalan.
Bahkan buaya tersebut hampir menyambar seorang pengendara motor yang melintas. Karena itu, banyak pengendara motor lain yang tak berani melintas. “Ada pengendara yang hampir disambar, tetapi berhasil lolos dari gigitan. Buaya itu lalu masuk ke parit,” sebut Yudi, Jumat (18/9).
Dengan seutas tali, Yudi bersama beberapa warga mencoba menangkap buaya tersebut. Namun, buaya itu sukar ditaklukkan. Ia terus melawan, menggeliat-geliat, dan moncongnya menyambar-nyambar. Akibatnya, warga kesulitan menjeratnya. Dua jam kemudian atau sekira tengah malam, buaya tersebut kelelahan sehingga bagian mulutnya berhasil dijerat.
Buaya itu lalu diikat dan diangkut menggunakan bus angkutan karyawan, milik salah seorang warga untuk dilepaskan kembali ke sungai. Saat di perjalanan, buaya itu tersebut terus menggeliat, sehingga tali pengikatnya lepas.
Akhirnya warga terpaksa mengikatnya ulang. Buaya kemudian dilepaskan di Sungai Sangatta tepatnya di bawah jembatan Kampung Kajang. Menurut Yudi, kejadian munculnya buaya seperti ini tidak pernah terjadi daerah tersebut sebelumnya.
Sebab, lokasinya berada di pinggir jalan besar yang biasa dilalui kendaraan. Dia menduga buaya tersebut hendak menuju rawa yang ada di seberang jalan. “Bisa jadi karena tempat awal dia berada sudah tidak ada air lagi akibat kekeringan, makanya sang buaya pindah ke rawa lain,” kata Yudi.(*/dns/*/drh/jpg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
