
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
JawaPos.com- Gelora Pancasila akan disulap menjadi Museum Olahraga. Pemkot Surabaya akan membangun museum tersebut tahun ini.
Museum akan ditempatkan di ruang depan di pintu barat gedung Gelora Pancasila. Sehingga, tidak menganggu aktivitas di aula utama gedung. Sebab, pemkot akan tetap memfungsikan aula utama gedung.
Nantinya koleksi museum berisi deretan trofi atlet tingkat nasional asal Surabaya, baik yang masih aktif maupun pensiun. Selain piala, juga ada beberapa benda yang berkaitan dengan olahraga. Mulai raket, sepatu, bola, dan sebagainya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, ada atlet juara dunia yang akan menyumbang barang-barangnya. Sejumlah atlet legenda juga akan memajang benda bersejarahnya di museum.
Misalnya, atlet bulu tangkis menyumbangkan raketnya yang dahulu pernah membawa mereka ke podium juara pada ajang internasional. Meski, nanti akan ada beberapa trofi yang hanya berupa replika.
"Aku mau buat museum olahraga. Aku inginnya di Gelora Pancasila. Aku maunya (museum) diisi atlet seluruh Surabaya yang berprestasi tingkat dunia, Asia Pasifik, atau Asia," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (28/1).
Risma telah berkomunikasi dengan beberapa legenda atlet bulu tangkis kelas dunia asal Surabaya. Antara lain, Alan Budi Kusuma, Rudi Hartono, Minati Timur, dan Lilis Handayani.
"Koleksi dari juara dunia itu pasti ada. Taruhlah, piala mereka yang bukan asli. Tapi aku bisa dapat duplikasinya. Nggak cuma trofi bisa juga raket atau kaus bulu tangkisnya," tambah mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.
Tujuan museum itu sebagai media motivasi dan pembelajaran bagi siswa sekolah di Surabaya. Guna mengingatkan generasi muda, bahwa Kota Pahlawan merupakan gudang atlet berprestasi seluruh dunia.
Selain itu, juga memotivasi para siswa yang bergelut di bidang olahraga apapun agar selalu berprestasi hingga tingkat dunia. Sehingga, siswa tidak selalu terpaku dengan alur pendidikan yang berujung di perguruan tinggi.
"Untuk membangun para siswa bahwa mereka bisa jadi pahlawan bagi orang tuanya, lingkungan, dan kotanya. Karena, kalau anak-anak kuat di bidang olahraga, kenapa harus dipaksakan masuk perguruan tinggi yang mendalami matematika misalnya," tutur Risma.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
