Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Januari 2019 | 22.55 WIB

Gelora Pancasila bakal Disulap Jadi Museum Olahraga

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

JawaPos.com- Gelora Pancasila akan disulap menjadi Museum Olahraga. Pemkot Surabaya akan membangun museum tersebut tahun ini.


Museum akan ditempatkan di ruang depan di pintu barat gedung Gelora Pancasila. Sehingga, tidak menganggu aktivitas di aula utama gedung. Sebab, pemkot akan tetap memfungsikan aula utama gedung.


Nantinya koleksi museum berisi deretan trofi atlet tingkat nasional asal Surabaya, baik yang masih aktif maupun pensiun. Selain piala, juga ada beberapa benda yang berkaitan dengan olahraga. Mulai raket, sepatu, bola, dan sebagainya.


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, ada atlet juara dunia yang akan menyumbang barang-barangnya. Sejumlah atlet legenda juga akan memajang benda bersejarahnya di museum.


Misalnya, atlet bulu tangkis menyumbangkan raketnya yang dahulu pernah membawa mereka ke podium juara pada ajang internasional. Meski, nanti akan ada beberapa trofi yang hanya berupa replika.


"Aku mau buat museum olahraga. Aku inginnya di Gelora Pancasila. Aku maunya (museum) diisi atlet seluruh Surabaya yang berprestasi tingkat dunia, Asia Pasifik, atau Asia," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (28/1).


Risma telah berkomunikasi dengan beberapa legenda atlet bulu tangkis kelas dunia asal Surabaya. Antara lain, Alan Budi Kusuma, Rudi Hartono, Minati Timur, dan Lilis Handayani.


"Koleksi dari juara dunia itu pasti ada. Taruhlah, piala mereka yang bukan asli. Tapi aku bisa dapat duplikasinya. Nggak cuma trofi bisa juga raket atau kaus bulu tangkisnya," tambah mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.


Tujuan museum itu sebagai media motivasi dan pembelajaran bagi siswa sekolah di Surabaya. Guna mengingatkan generasi muda, bahwa Kota Pahlawan merupakan gudang atlet berprestasi seluruh dunia.


Selain itu, juga memotivasi para siswa yang bergelut di bidang olahraga apapun agar selalu berprestasi hingga tingkat dunia. Sehingga, siswa tidak selalu terpaku dengan alur pendidikan yang berujung di perguruan tinggi.


"Untuk membangun para siswa bahwa mereka bisa jadi pahlawan bagi orang tuanya, lingkungan, dan kotanya. Karena, kalau anak-anak kuat di bidang olahraga, kenapa harus dipaksakan masuk perguruan tinggi yang mendalami matematika misalnya," tutur Risma.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore