
Rangkong yang ditemukan di Malang selatan.
JawaPos.com- Survei terbaru PROFAUNA Indonesia pada bulan lalu menunjukkan penurunan perjumpaan burung rangkong hingga 60 persen di daerah Malang bagian selatan. Hal tersebut disebabkan deforestasi dan degradasi hutan di Malang selatan.
Ketua PROFAUNA Indonesia Rosek Nursahid menjelaskan, tim mereka menyurvei ke hutan-hutan yang ada di 28 desa, di enam kecamatan, Kabupaten Malang. Tujuannya, mengumpulkan informasi keberadaan burung rangkong yang sudah dilindungi itu.
Kecamatan yang dikunjungi itu antara lain Ampeldaging, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Bantur, Tirtoyudo dan Gedangan. Survei juga dilakukan di deerah yang dulunya hutan.
Rosek menambahkan, lahan itu kini sudah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan atau ladang. Dalam survei itu PROFAUNA fokus mendata keberadan tiga jenis burung rangkong. Yaitu kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris), julang emas (Aeros undulatus) dan rangkong badak (Buceros rhinoceros).
"Hasilnya menunjukan adanya penurunan sampai 60 persen perjumapaan rangkong," jelas Rosek, Selasa (15/1).
Jika pada kurun waktu 1996-1997, dalam sebulan bisa dijumpai rata-rata 15 kali kelompok burung rangkong di Malang Selatan, kini tim hanya menjumpai 6 kelompok.
"Itupun jumlah anggota kelompoknya menurun drastis," imbuhnya.
Rosek melanjutkan, sebelum penebangan hutan besar-besaran pada 1998, rata-rata jumlah individu dalam kelompok rangkong yang dijumpai sebanyak 12 ekor. Namun dalam survei terbaru bulan lalu, jumlah individu yang dijumpai dalam kelompok rangkong itu rata-rata hanya empat ekor.
"Dulu bahkan hutan yang ada di Lebakharjo, Kecamatan Ampeldaging itu kami bisa menjumpai sampai 30 ekor rangkong dalam satu kelompok. Namun hal ini akan hanya jadi kenangan karena hutan alami di Lebakharjo sudah hancur," tuturnya.
Pada survei bulan lalu tim PROFAUNA hanya menjumpai satu spesies burung rangkong. Yaitu kangkareng perut putih.
"Kami akan terus melanjutkan monitoring ini dan berharap akan menjumpai spesies julang emas dan rangkong badak," kata Koordinator program Konservasi Hutan Dataran Rendah (KHDR) PROFAUNA Erik Yuniar.
Sebelumnya hutan di wilayah Malang bagian selatan itu dikenal sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. Seperti burung rangkong yang terdiri dari tiga jenis, banteng, merak, elang jawa, lutung jawa dan macan tutul.
Sayangnya pada 1998 mulai terjadi penebangan hutan ilegal secara besar-besaran di Malang selatan. Waktu itu diperkirakan sekitar 41 ribu hektare lahan gundul akibat penjarahan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
