
Mobil Grand Max nopol E 1437 BD hancur usai menabrak truk di Tol Cipali KM134/300 jalur B, Cikawung, Terisi, Indramayu, Minggu (13/1).
JawaPos.com - Kecelakaan lalu lintas Tol Cipali, kembali merenggut nyawa. Minibus Daihatsu Grand Max menabrak belakang truk di KM 134/300 jalur B Cikawung, Terisi, Indramayu. Dua orang tewas dan empat luka-luka dalam kejadian tersebut.
Korban adalah sopir Grand Max Toto Suntari, 39, warga Dusun Cikaramat RT 02 RW 08 Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, dan penumpangnya Isnen, 22, warga Dusun Manis RT 10 RW 04, Desa Kamarang, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.
Keterangan diperoleh Radar Cirebon (Jawa Pos Group), kecelakaan terjadi bermula saat minibus nopol E 1437 BD melaju dari arah Cirebon ke Jakarta, Minggu (13/1). Saat melintas di lokasi kejadia, mobil tiba-tiba menabrak belakang truk yang tidak diketahui indentitasnya.
Tabrakan keras itulah yang mengakibatkan pengemudi dan seorang penumpang meninggal. Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha mengatakan, tabrakan tersebut terjadi di lajur kanan atau lajur cepat. Truk yang ditabrak melarikan diri sesaat setelah kejadian.
“Satu meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satunya lagi dia rumah sakit. Kini kami masih fokus melakukan penyelidikan,” katanya.
Sementara itu, dua korban kecelakaan asal Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, akhirnya dipindahkan perawatannya ke Cirebon. Hal ini bertujuan agar pihak keluarga lebih mudah untuk merawat dan menjaga korban selama masa penyembuhan.
Dua korban tersebut adalah Wasja, 57, dan Ali Sodikin, 18. Wasja sendiri saat dievakuasi ke RSD Gunung Jati tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya. Kondisi ini terjadi karena diduga Wasja mengalami patah tulang pada tangan dan kaki.
“Pada kecelakaan itu ada dua warga saya. Keduanya kondisinya sampai saat ini (kemarin, red) sadar. Untuk perawatan Pak Wasja nanti dirujuk ke RS Pelabuhan, sementara Ali dirawat di RS Gunung Jati,” ujar Alex Setiawan, Kuwu Desa Lebakmekar yang turut menjemput langsung para korban dari salah satu RS di Subang.
Menurut Alex, rombongan yang berangkat dari Greged 9 orang, termasuk sopir. Para korban berangkat dari Greged Minggu (13/1) dengan tujuan Jakarta.
“Mereka pedangang. Penumpangnya ada perempuan dan laki-laki. Tapi bukan satu keluarga. Kalau alamatnya semuanya satu kecamatan, di Greged. Semua korban total ada 9. Dua meninggal, 3 luka berat, dan 4 luka ringan. Yang dibawa pulang pindah perawatan di Cirebon ini termasuk yang luka ringani,” ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
