Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Januari 2019 | 22.21 WIB

Bulog Pasok 26 Ribu Ton, Stok Beras di Malang Aman Hingga 6 Bulan

Bulog memastikan ketersediaan beras aman hingga 6 bulan ke depan. - Image

Bulog memastikan ketersediaan beras aman hingga 6 bulan ke depan.

JawaPos.com- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional (Sub Divre) Malang memastikan ketersediaan beras di wilayah Malang dan sekitarnya aman hingga 6 bulan kedepan. Pasalnya, pihaknya telah menyediakan stok beras sebanyak 26 ribu ton yang bisa digunakan untuk lima daerah sekaligus.


Kepala Bulog Sub Divre Malang Fachria Latuconsina mengatakan, ketersediaan beras untuk tiga bulan bahkan enam bulan ke depan masih ada. "Stok beras yang ada di sub drive kurang lebih 26 ribu ton. Wilayah kami kab/kota Malang, kab/kota Pasuruan, dan Kota Batu. Aman untuk 6 bulan ke depan," ujarnya, Kamis (3/1).


Dia menambahkan, Bulog juga mengembangkan Rumah Pangan Kita (RPK) dengan jumlah 400 RPK yang tersebar di lima wilayah tersebut.


Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras. Apalagi, pihaknya telah bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, Bank Indonesia (BI), kepolisian, dan TNI untuk memastikan ketersediaan ini.


"Harus terus bahu-membahu di antara kita semua, dan masyarakat tidak usah ragu terkait dengan ketersediaan bahan pokok makanan," ungkapnya.


Sutiaji menambahkan, berdasarkan data inflasi di Kota Malang tahun 2018 yang sebesar 2,98 persen, beras tidak menjadi komoditas penyumbang inflasi. "Justru cabai, ayam, dan telor yang memicu. Artinya, kalau untuk makan tidak ada problem," katanya.


Menurutnya, kerja TPID dan Satgas Pangan serta Bulog dalam menjaga ketersediaan stok dan harga hingga distribusi, berjalan dengan baik. “Tetap saya minta dijamin kualitasnya meskipun itu beras medium. Saya minta TPID dan satgas pangan untuk terus menjaga keseimbangannya," tegasnya.


Sutiaji juga berpesan agar subsidi lebih diarahkan ke lembaga seperti Bulog, bukan ke orang per orang. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore