
BUKA TUTUP: Kondisi panorama dua Sitinjau Laut jalan lintas Sumatera yang sudah bisa dilewati kendaraan dengan sistem buka-tutup.
JawaPos.com - Setelah lumpuh total sejak Rabu (12/12) diini hari, jalan lintas Padang-Solok kembali bisa dilewati. Namun, petugas masih memberlakukan sistem buka-tutup. Sebab, belum seluruhnya material longsor bisa dibereskan.
"Sudah bisa untuk motor maupun mobil. Tapi masih buka-tutup," kata Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, Rabu (12/12).
Erman mengatakan, untuk membersihkan longsoran tebing bukit di panorama dua Sitinjau Laut, tim gabungan menurunkan dua unit eskavator dan salah satunya adalah bantuan PT Semen Padang.
Jalan tersebut mulai bisa dilewati kendaraan roda dua sejak pukul 09.30 WIB. Sedangkan roda empat baru bisa melalui jalan lintas Sumatera itu sekitar pukul 10.30 WIB. "Sekarang sudah mulai terurai," katanya.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Sukur Hendri Saputra. Menurutnya, pihaknya kini fokus berupaya mengurai kemacetan tersebab padatnya kendaraan yang menumpuk. Apalagi, Sitinjau Laut adalah salah satu jalan alternatif Padang-Bukittinggi maupun sebaliknya pasca robohnya jembatan di jalur utama Padang-Bukittinggi, Senin (10/12) lalu.
AKP Sukur Hendri Saputra mengatakan, kendaraan yang fokus diurai terlebih dulu adalah kendaraan yang datang dari arah Solok menuju Padang. Hal ini untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan.
"Dari bawah (Padang) maupun atas (Solok) sama-sama menumpuk. Tapi, anggota menahan kendaraan dari bawah dulu dengan mengalihkan dari Simpang bypass. Sebab, jika tidak ditahan, dikhawatirkan terjadi kecelakaan di jalur tanjakan," katanya.
"Dari Solok perlahan kita urai dengan tarik ke bawah (Padang). Kondisi jalan sudah bisa dibuka. Tapi sistem masih buka tutup. Sebab, sebagian tumpukan material masih dalam pembersihan," ujarnya.
Sebelumnya, longsor menghantam panorama dua Sitinjau Laut Rabu (12/12) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Materian longsor menutup semua badan jalan. Tinggi tumpukan lumpur bercampur batu mencapai 2 meter dengan panjang sekitar 30 meter.
Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman mengatakan, kejadian longsor di panorama dua tidak menelan korban jiwa. Namun, satu unit mobil Avanza dilaporkan terseret longsor. Sedangkan sopirnya berhasil keluar dengan selamat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
