Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 16.26 WIB

Heboh Beredar Pesan WhatsApp dan Video Diduga Ritual Aliran Sesat di Gegerkalong Bandung

Pesan WhatsApp dan video diduga ritual aliran sesat di Gegerkalong Bandung. - Image

Pesan WhatsApp dan video diduga ritual aliran sesat di Gegerkalong Bandung.

JawaPos.com - Media sosial (medsos) baru-baru ini digegerkan oleh video yang beredar diduga ritual aliran sesat di daerah Gegerkalong (Gerlong) Bandung. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @txtdaribandung pada Minggu (30/7).

“Beredar di grup Whatsapp adanya aliran sesat di daerah Gegerkalong, Kota bandung,” tulisnya dalam keterangan unggahan.

Dalam video tersebut nampak sekumpulan orang sedang menari-nari diiringi musik. Selain itu, suasana dalam bangunan tersebut diwarnai dengan lampu berwarna merah sehingga menambah kesan gelap.

Selain video, terdapat pula pesan WhatsApp tersebar yang membagikan informasi tersebut. Pesan tersebut mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap kejadian itu.

“Dihimbau untuk para warga Gegerkalong (Khususnya dari pertigaan KPAD sampai Geger Arum) untuk berhati-hati jika keluar, dikarenakan mala mini sedang terjadi lagi keramaian aliran sesat yang udah pernah terjadi sebelum covid,” tulis pesan WhatsApp tersebut.

Dalam pesan tersebut juga disampaikan polisi beserta jajarannya sedang berjaga di wilayah tersebut untuk memastikan keadaan tetap aman.

“Dan saya pribadi tadi waktu mau keluar gang kosan, sempet ditanya sama warga mau kemana, dan jangan lama-lama diluarnya segera masuk lagi ke kosan. Karena emang lagi ramaii polisi-polisi,” pungkasnya menjelaskan peristiwa itu.

Peristiwa ini mendapat banyak reaksi dari warganet, sampai saat ini 1.433 komentar, 4.077 retweet dan 12 ribu likes membanjiri posting-an tersebut dikutip pada Selasa (1/8).

Sebagian warganet menduga peristiwa ini merupakan salah satu ritual aliran syiah untuk memperingati Hari Asyura 10 Muharram yang bertepatan pada 28 Juli silam.

“Itu aliran Syiah, mereka memperingati Hari Asyura 10 Muharram tepat pada tanggal 28 Juli kemarin, di hari berduka/berkabung aliran tersebut, Jemaah menggunakan pisau, rantai atau benda lain untuk menyakiti diri sebagai simbol pengorbanan, pertumpahan darah atau perjuangan di tempat aula ibadah atau kota karbala,” ungkap @pluvi*****.

Peristiwa ini juga membuat Sebagian warganet yang berada di daerah Gegerkalong merasa ketakutan dan panik.

“Depan kosan aku banget, semalem pada gabisa tidur saking paniknya, Cuma pada nangis bener-bener saking panik dan takutnya,” cuit @mork**.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore