Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 04.48 WIB

TNI AL dan BKKBN Galakkan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Madura

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa apresiasi kolaborasi TNI AL bersama BKKBN laksanakan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep, Selasa (18/7). - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa apresiasi kolaborasi TNI AL bersama BKKBN laksanakan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep, Selasa (18/7).

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi TNI AL bersama BKKBN. Dua institusi itu melakukan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (18/7).

Dibuka langsung KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Pendopo Kabupaten Sumenep, program peningkatan kualitas kesehatan itu digelar selama dua hari mulai 18-19 Juli 2023 di Masalembu. TNI AL mengerahkan Kapal Bantuan Rumah Sakit KRI Radjiman Wedyodiningrat 992 yang membawa 136 tenaga kesehatan untuk melaksanakan operasi baksos  kemanusiaan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Masalembu.

Bantuan kesehatan yang dilaksanakan antara lain operasi major, bibir sumbing, khitanan, operasi katarak, hingga pengobatan gigi dan mulut. Tak hanya itu, sejumlah kegiatan juga digelar, di antaranya penyuluhan edukasi gizi dan stunting, penyuluhan keluarga berencana, masak menu sehat, bakti sosial dengan penyerahan paket menu sehat untuk stunting dan ibu menyusui.

”Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh support, kekuatan dan energi dari TNI AL atas penguatan pada upaya penurunan stunting. Mudah-mudahan seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa direplikasi di banyak titik daerah lain, sehingga target penurunan stunting bisa dilakukan secara signifikan dan dimaksimalkan,” ucap Khofifah.

Menurut dia, penguatan dari TNI AL menjadi energi dan kekuatan dalam upaya Pemprov Jatim menurunkan stunting bersama dengan seluruh kabupaten/kota. Terutama untuk mempercepat tercapainya target penurunan stunting Jatim di angka 14 persen pada 2024.

Data survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten/kota dengan prevalensi stunting masih di atas angka Jatim yaitu sebesar 21,6 persen. Tetapi penurunannya sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya (2021).

Khofifah menjelaskan, Kabupaten Sumenep yang memiliki pulau terpencil dan terbanyak di Jawa Timur menjadi tantangan dalam penanganan stunting. Sehingga, kehadiran KSAL bersama tim diyakini dapat membangun penguatan di berbagai titik layanan kesehatan.

Strong partnership seperti saat ini menjadi kunci dalam penurunan angka stunting di Jawa Timur,” tutur Khofifah.

”Terima kasih, semoga upaya sinergis antar berbagai pihak ini bisa mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Jawa Timur,” tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore