Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 22.03 WIB

Bulan Bakti Gotong Royong, Gubernur Khofifah Minta Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengikuti kegiatan peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX & Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-51 Tahun 2023. - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengikuti kegiatan peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX & Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-51 Tahun 2023.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX & Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-51 Tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Kabupaten Madiun, Minggu (16/7) malam.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh bupati/wali kota dan stakeholder terkait terus tingkatkan sinergi untuk menurunkan kemiskinan ekstrem serta menurunkan angka stunting lebih signifikan. Target nasional pada 2024 angka kemiskinan ekstrem mencapai nol persen sementara penurunan stunting 14 persen.

”Insya Allah kita bisa mencapainya lebih cepat lagi jika gotong royong dan sinergi kita tingkatkan lagi. Momentum BBGRM ini, kita bisa tingkatkan sinergi perguruan tinggi dengan mengikutsertakan KKN komprehensif yang bisa menurunkan kemiskinan ekstrem dan angka stunting lebih cepat,” tutur Khofifah.

"Penguatan gotong royong dan sinergi dari berbagai stakeholder insya Allah menghasilkan angka stunting di Jatim akan terus menurun signifikan. Terlebih selama tiga tahun berturut-turut angka stunting di Jatim juga menurun signifikan,” imbuh dia.

Khofifah mengungkapkan, ada penemuan menarik dari seorang guru besar yang memiliki spesialisasi di bidang gizi. Stunting bukan hanya disebabkan kekurangan nutrisi tapi juga faktor lain di lingkungan keluarga.

”Beliau melakukan survei di salah satu negara di Asia Selatan, di mana di suatu desa rata-rata anaknya stunting. Ternyata problemnya bukan karena semata asupan gizi yang rendah atau kekurangan protein dan kalori. Tapi ternyata kurang kasih sayang dalam pengasuhan,” kata Khofifah.

Khofifah menegaskan, awal kehidupan bukan dimulai saat kelahiran, namun saat kehamilan. Sehingga, seorang ibu harus mendapat perhatian dan kasih sayang cukup dari pasangan beserta keluarga.

”Jadi intervensi kita tidak bisa sekadar di pemberian gizi. Tapi juga bagaimana agar sosialisasi parenting di setiap calon keluarga yang akan melakukan pernikahan itu bisa dilakukan dengan lebih seksama,” ucap Khofifah.

Khofifah menambahkan, Jawa Timur masih memiliki 1,8 persen kemiskinan ekstrem pada 2022. Bulan bhakti gotong royong menjadi momentum untuk menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan dengan bergotong royong.

”Bersama-sama kita lakukan penyisiran di mana ada rumah yang tidak layak huni, termasuk MCK komunal yang sudah harus berbasis rumah tangga. Intervensi bisa kerja sama dengan Baznas di setiap kabupaten/kota mumpung kita berada pada bulan bakti gotong royong,” ujar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore