Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Maret 2017 | 14.25 WIB

Ini Akibatnya Kalau Bule Masih Keluyuran Saat Nyepi

BINGUNG BALIK : Paspor Stadnikova Luliia, Dimitry Zhyzhkin, Zhyzhkina. Mereka terjebak Nyepi - Image

BINGUNG BALIK : Paspor Stadnikova Luliia, Dimitry Zhyzhkin, Zhyzhkina. Mereka terjebak Nyepi

JawaPos.com - Entah karena ingin merasakan suasana nyepi di Pantai Nusa Dua saat nyepi, sejumlah bule terpaksa diamankan pecalang Selasa dini hari (28/3). Mereka terjebak Nyepi, tidak bisa balik, misalnya seorang perempuan berkebangsaan Rusia, Stadnikova Luliia, 46, terpaksa diamankan pecalang. Wanita ini memilih nongkrong di Pantai Nusa Dua lantaran terjebak Nyepi.


Ketika akan pulang jalan tol ditutup sehingga dia tidak bisa pulang ke penginapannya di Ubud, Gianyar, Selasa lalu (28/3). Kejadian bermula Senin malam lalu (27/3) sekitar pukul 19.00, dia datang dari Ubud, Gianyar, naik Daihatsu Xenia ke Nusa Dua, dalam rangka jalan - jalan sekaligus menonton pawai ogoh - ogoh.


Setelah usai menikmati acara pawai ogoh - ogoh selesai, sekitar pukul 23.00, dia masih berjalan - jalan di sekitar pantai kawasan Nusa Dua. Dan, sekitar pukul 01.00 saat hendak pulang ke Ubud, melalui jalan tol, ternyata jalan tol sudah tutup. Akhirnya dia kembali lagi ke Pantai Nusa Dua untuk beristirahat.


Kapolsek Nusa Dua Kompol I Wayan Latra membenarkan terkait hal itu. Dia ditemukan pecalang Desa adat Bualu dan diarahkan untuk beristirahat di pos satpam kawasan Nusa Dua dan akan diizinkan pulang setelah perayaan Nyepi selesai. “Pagi tadi sudah dipulangkan,” jelasnya. Warga asing lain yang “terjebak” Nyepi adalah sepasang suami istri asal Republik Belarusia Dimitry Zhyzhkin, 40, dan Svetlana Zhyzhkina. Juga seorang pria Italia Alesandro Lanjeta.


Mereka diamankan Selasa pagi (28/3) sekitar pukul 08.30. Pasutri itu mengaku tidur di bandara lantaran kehabisan uang. Dimitry Zhyzhkin dan Svetlana Zhyzhkina merupakan calon penumpang Malindo Airlines OD 307 rute Denpasar - Kuala Lumpur “Dari hasil interogasi mereka mengaku kehabisan uang sehingga memilih tidur di bandara. Saat ini beristirahat dan tidur di area lobi timur terminal keberangkatan internasional,” pungkas sumber petugas polisi.


Sedangkan Alesandro Lanjeta dari Italia ditemukan di Bandara Ngurah Rai Bali dengan alasan tidak jelas. Dia mengaku paspornya dititipkan di security box hotel tempat menginap. Dia lupa nama dan alamat hotelnya. Dia akhirnya diserahkan ke Polsek Kuta. Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara belum bisa dikonfirmasi lantaran teleponnya tidak aktif.


Masih terkait Nyepi, juga diwarnai kelahiran enam bayi di RS Tabanan. Tiga bayi dilahirkan secara normal dan tiga lainnya melalui operasi caesar. Hal itu dijelaskan direktur RS TabananNyoman Susila ketika dikonfirmasi kemarin (29/3). “Semuanya dapat ditangani dengan baik,” tandas Susila. Dia mengatakan bahwa saat Nyepi, RS Tabanan kedatangan 86 warga. Para pasien ini datang diantar pecalang dengan berbagai keluhan. Di antaranya karena gangguan perut, gangguan pernafasan, hingga luka-luka. ”Ada dua orang karena digigit ular serta satu pasien meninggal ketika tiba di rumah sakit,” terangnya.


Dijelaskan, semua pasien yang datang tertangani dengan baik. Dituturkan, dari 86 pasien yang datang, sebanyak 61 orang langsung pulang setelah mendapat perawatan. Sisanya harus menjalani rawa inap. Saat Nyepi, aku dia RS Tabanan memang menyiagakan tim medis termasuk dokter selama 24 jam mulai Selasa pukul 06.00 sampai Rabu pukul 06.00. Empat dokter di UGD serta dokter anestesi juga berjaga mengantisipasi berbagai kemungkinan. Seperti operasi mendadak.(dwi/dre/yor/pit/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore