
Tersangka Abdul Manaf menunjukkan senjata api miliknya ketika diperiksa di Mapolsek Rasau Jaya, Rabu (21/12) malam.
JawaPos.com - Salah seorang gadis bawah umur, MN, menjadi korban pemerkosaan di Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya. Pelakunya tak lain adalah mantan pacar bernama Abdul Manaf, 28.
Gadis itu disekap Abdul Manaf selama empat hari di kandang ayam dan tenda yang sudah disediakan pelaku. MN juga dianiaya. Setelah babak belur dan tak berdaya, MN pun diperkosa.
Perbuatan itu dilakukan Abdul Manaf berulang kali. Bahkan MN enam kali diperkosa mantan pacarnya tersebut. Setelah nafsunya terpuaskan, pelaku mengancam korban dengan senjata tajam dan senjata api rakitan laras panjang.
Ditemui di rumah keluarganya, MN bercerita panjang lebar kepada wartawan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group). Dia mengaku diperkosa mantan pacarnya itu di kandang ayam dan tenda yang sudah disiapkan Abdul Manaf di TR 6, Desa Rasau Jaya 3. “Saya disekap selama 4 hari, terhitung sejak tanggal 17 Desember kemarin,” kata MN dengan cucuran air mata, Kamis (22/12) malam.
Siswi kelas 2 SMK di Kota Pontianak ini awalnya dijemput dan diajak jalan-jalan ke pasar malam di Terminal Digdoyo Perkasa, Rasau Jaya oleh Abdul Manaf, Minggu (17/12) sekitar pukul 20.30 lalu. “Kami sudah putus. Dia jemput saya ke rumah. Bilang ke ibu, mau jalan-jalan. Dia bilang ke saya ini pertemuan terakhir, karena dia ingin pergi jauh,” jelas MN.
Namun, MN ternyata malah dibawa ke kawasan kandang ayam TR 6. Di kandang itu sudah disiapkan lakban dan peralatan lainnya yang disimpan di dalam tas tersangka. Bahkan Abdul Manaf sudah menyimpan senjata tajam dan senjata api di kandang ayam tersebut. “Dia bilang mau bawa lari saya, kalau saya tidak nurutin kemauan dia,” katanya.
MN mengaku terpaksa menuruti kemauan Abdul Manaf. Karena dia dipukul dan diancam dengan senjata api rakitan itu. Bahkan, Manaf sempat mengeluarkan satu tembakan ke udara untuk menakut-nakuti korban.
“Waktu itu, mulut saya dilakban. Tangan diikat di belakang. Kemudian saya digitukan dari belakang. Saya nangis. Jilbab saya dilepas,” jelasnya menghela nafas.
Selama empat hari di tenda itu, MN disuruh melayani kemauan bejatnya. Jika tidak, MN diancam akan ditembak. “Dia bawa pisau dan dan senjata api dua biji. Dia bawa senjata itu di pundaknya,” ujarnya. “Saya enam kali diperkosa dia selama empat hari itu,” sambungnya.
Karena semua kemauan dituruti dan MN terus memohon, akhirnya siswi SMK itu diantar pulang Abdul Manaf ke rumahnya. Setibanya di rumah, MN tak langsung cerita. Karena dia takut kedua orang tuanya dibunuh Abdul Manaf, sesuai ancamannya. Bahkan, Abdul Manaf bilang, dia membayar dua orang untuk membuat celaka keluarga MN, jika hal ini dilaporkan.
Namun, karena tak mampu menahan rasa, akhirnya MN bercerita kepada keluarganya. Sore Rabu kemarin, JM ibu korban dan Mulyono abang sepupunya melapor ke Mapolsek Rasau Jaya.
Tak menunggu lama, unit Jaranras Polsek Rasau Jaya langsung membekuk Abdul Manaf. Polisi juga menyita dua senjata api rakitan dengan amunisi aktif jenis SS sebanyak 28 butir serta senjata tajam miliknya.
Namun sayang, kini Abdul Manaf tak lagi berada di Mapolsek Rasau Jaya. Dia diduga kabur saat anggota Polsek yang piket lengah.
“Tadi pagi saya di telepon anggota Polsek Rasau Jaya, menanyakan nomor Abdul Manaf dan apakah dia ada di rumah korban. Saya bingung, polisi bilang tersangka kabur dari Polsek,” ujar Mulyono, abang sepupu korban.
Dia juga mempertanyakan kenapa Abdul Manaf bisa bebas. Terlebih, lanjut dia, malam penangkapan itu, Abdul Manaf dijenguk seorang anggota dewan yang dikabarkan adalah keluarganya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
