
Dokter Aini yang menghilang selama 4 hari ditemukan di Manado.
JawaPos.com - Dokter Nur Ruwaida Isnaini dilaporkan empat hari menghilang. Dia akhirnya ditemukan keluarganya di Pelabuhan Calaca, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (08/01). Dokter kelahiran Bogor 15 Juni 1987 itu ditemukan sedang seorang diri dalam kondisi bingung.
“Informasinya sendirian, tidak tahu apakah menunggu seseorang atau seperti apa. Tetapi menurut keluarga dalam kondisi bingung,” ujar Kepala Humas dan Bagian Hukum RSUP Dr Sardjito Jogjakarta Trisno Heru Nugroho kepada pewarta.
Trisno mengatakan, dr Aini -sapaan Isnaini- ditemukan pukul 08.30 WIT oleh keluarganya di Pelabuhan Calaca, Manado. Dr Aini berhasil ditemukan dengan cara melacak posisi terakhir sinyal telepon seluler yang bersangkutan.
“Sempat ganti nomor, tetapi sekali miscalled ke handphone orang tuanya, dan dilacak ada di Manado. Usai ditemukan, langsung dibawa keluarganya ke sebuah hotel di Manado,” tukasnya.
Rencananya, hari ini dr Aini akan dibawa ke rumah orang tuanya di Bogor. Kakak Aini, Bowo, sebelumnya mengataka bahwa sang adik yang bertugas di RSUD Sleman tiba-tiba menghilang setelah pamit kepada temannya untuk pergi ke RSUP Sardjito.
“Dia meminta kepada temannya untuk menggantikan jaga di RSUD Sleman. Tapi, hingga pukul 14.00 saya mendapat laporan dari temannya bahwa Aini tidak ada di RSUP Sardjito,” ujarnya.
Kemudian, pihak keluarga mencoba untuk menghubungi telkeponm seluler dr Aini guna memastikan keberadaannya. Namun, setelah dihubungi berkali-kali, keluarga tak menerima jawaban. “Ketika dicek ke kosannya, Aini tidak membawa mobil, dilihat dari rekaman CCTV Aini pergi mengenakan baju batik biru keungu-unguan, celana panjang hitam dan kerudung,” jelasnya.
Setelah mengetahui hal tersebut kakak Aini yang lain, Nurmala, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mlati, Sleman. Tak lama kemudian, polisi melacak keberadaan Aini melalui sinyal ponsel. “Diketahui pergi ke rumah kos khusus bidan di daerah Temanggung dan kemudian ia berpindah ke Gorontalo,” paparnya.
Pantauan Radar Bogor (Jawa Pos Group) di rumah Aini, Perumahan Yasmin Sektor II, Jalan Raflesia Raya Nomor 52 kemarin, tak ada aktivitas berarti. Rumah yang tak jauh dari pos satpam tersebut gelap gulita seperti tak berpenghuni.
”Sudah dua hari ini saya tidak melihat aktivitas di rumah ibu Nur, kata pembantunya sih lagi keluar kota, kalau kemana-mananya saya kurang tahu,” ucap sekuriti sekitar yang enggan namanya dikorankan. (pj/cr2/net/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
