Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2017 | 13.03 WIB

Hari Raya Idul Fitri, Enam Bayi Lahir di Rumah Sakit Ini

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Kabar gembira datang bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Di hari kemenangan tersebut, tercatat ada sebanyak enam bayi lahir secara bersamaan. Dari enam bayi tersebut, sebanyak empat lahir secara normal dan dua orang ibu melahirkan Sectio Caesarea (SC) atau bedah sesar, di Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.


Uniknya, keenam ibu melahirkan tersebut semuanya melahirkan sesuai perhitungan hari taksiran persalinan (HTP), bukan karena diinduksi atau proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami dengan tujuan mempercepat proses persalinan.


“Nggak dirangsang, itu memang sudah waktunya melahirkan, yang di SC juga memang sudah waktunya,” kata petugas rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.


Dari enam bayi tersebut, bayi yang lahir melalui proses persalinan normal pada momen Idul Fitri ini, terdiri dari satu bayi laki-laki dan tiga bayi perempuan. Sedangkan yang melalui proses persalinan SC, terdiri dari satu bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Untuk berat badan bayi saat lahir, rata-rata beratnya antara 2.800 gram hingga 4.000 gram.


Ditemui di Ruang Mawar, tepatnya di kamar 205, Hasniah (28) yang baru saja menjalani operasi, mengaku meminta untuk di SC di kelahiran anak keempatnya, karena tidak bisa menahan rasa sakit. Hal ini juga pernah dilakukannya pada saat melahirkan anak ketiga.


“Saya tidak tahan rasa sakitnya, dokter juga bilang masih ada bekas operasi yang dulu, makanya rasa sakitnya bertambah, jadi saya yang minta dioperasi,” jelasnya saat ditemui sekitar pukul 16.50 Wita, Minggu (25/6). Sementara itu, karena lahir bertepatan di hari raya Idul Fitri, ia pun memberi nama bayinya dengan nama Idul. “Namanya Idul, saya sendiri yang kasih nama,” ucapnya tersenyum bahagia.


Dilain pihak, Herdiana (29), seorang ibu yang bersebelahan tempat tidur dengan Hasniah, yang melahirkan secara normal sekitar pukul 11.00 Wita, memberi nama bayi perempuannya dengan nama Fitri. “Panjang namanya, saya juga lupa karena neneknya yang kasih nama, tapi nama panggilannya Fitri,” tuturnya sembari melirik bayi mungilnya.


Masih di kamar yang sama, Norma (31) ibu yang melahirkan secara normal bayi laki-laki sekitar pukul 08.00 Wita, mengaku tidak menyangka dapat melahirkan di momen nan Fitri ini. Hal ini karena berdasarkan prediksi bidan yang pernah memeriksanya, taksiran persalinan usai lebaran sekitar awal Juli mendatang. 


Namun, pada 24 Juni, tepatnya saat masih pagi ia sedang mencuci kain, ia merasakan perutnya sakit hingga malam hari. Karena khawatir, tetangganya mennyarankan dirinya dibawa ke salah satu praktik Bidan di Sebengkok, namun karena kadar hemoglobin (HB) rendah, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit.


“Sebenarnya tanggal 1 Juli aku di periksa lagi, mau cek darah tetapi kan sudah melahirkan duluan,” ucapnya mengingat sambil tertawa pelan.


Sementara itu, dari pantauan Radar Tarakan (Jawa Pos Group) saat Idul Fitri Minggu (25/6), di RSUD Tarakan tidak banyak pasien yang dirawat. Kamar perawatan juga nampak sepi. Pasalnya, kebanyakan pasien sudah diizinkan pulang sejak 3 hari sebelum lebaran. Kini tinggal tiga kamar saja yang terisi pasien.(one/ddq/nri/wnd/jpg)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore