
Ilustrasi
JawaPos.com - Kabar gembira datang bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Di hari kemenangan tersebut, tercatat ada sebanyak enam bayi lahir secara bersamaan. Dari enam bayi tersebut, sebanyak empat lahir secara normal dan dua orang ibu melahirkan Sectio Caesarea (SC) atau bedah sesar, di Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.
Uniknya, keenam ibu melahirkan tersebut semuanya melahirkan sesuai perhitungan hari taksiran persalinan (HTP), bukan karena diinduksi atau proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami dengan tujuan mempercepat proses persalinan.
“Nggak dirangsang, itu memang sudah waktunya melahirkan, yang di SC juga memang sudah waktunya,” kata petugas rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.
Dari enam bayi tersebut, bayi yang lahir melalui proses persalinan normal pada momen Idul Fitri ini, terdiri dari satu bayi laki-laki dan tiga bayi perempuan. Sedangkan yang melalui proses persalinan SC, terdiri dari satu bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Untuk berat badan bayi saat lahir, rata-rata beratnya antara 2.800 gram hingga 4.000 gram.
Ditemui di Ruang Mawar, tepatnya di kamar 205, Hasniah (28) yang baru saja menjalani operasi, mengaku meminta untuk di SC di kelahiran anak keempatnya, karena tidak bisa menahan rasa sakit. Hal ini juga pernah dilakukannya pada saat melahirkan anak ketiga.
“Saya tidak tahan rasa sakitnya, dokter juga bilang masih ada bekas operasi yang dulu, makanya rasa sakitnya bertambah, jadi saya yang minta dioperasi,” jelasnya saat ditemui sekitar pukul 16.50 Wita, Minggu (25/6). Sementara itu, karena lahir bertepatan di hari raya Idul Fitri, ia pun memberi nama bayinya dengan nama Idul. “Namanya Idul, saya sendiri yang kasih nama,” ucapnya tersenyum bahagia.
Dilain pihak, Herdiana (29), seorang ibu yang bersebelahan tempat tidur dengan Hasniah, yang melahirkan secara normal sekitar pukul 11.00 Wita, memberi nama bayi perempuannya dengan nama Fitri. “Panjang namanya, saya juga lupa karena neneknya yang kasih nama, tapi nama panggilannya Fitri,” tuturnya sembari melirik bayi mungilnya.
Masih di kamar yang sama, Norma (31) ibu yang melahirkan secara normal bayi laki-laki sekitar pukul 08.00 Wita, mengaku tidak menyangka dapat melahirkan di momen nan Fitri ini. Hal ini karena berdasarkan prediksi bidan yang pernah memeriksanya, taksiran persalinan usai lebaran sekitar awal Juli mendatang.
Namun, pada 24 Juni, tepatnya saat masih pagi ia sedang mencuci kain, ia merasakan perutnya sakit hingga malam hari. Karena khawatir, tetangganya mennyarankan dirinya dibawa ke salah satu praktik Bidan di Sebengkok, namun karena kadar hemoglobin (HB) rendah, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit.
“Sebenarnya tanggal 1 Juli aku di periksa lagi, mau cek darah tetapi kan sudah melahirkan duluan,” ucapnya mengingat sambil tertawa pelan.
Sementara itu, dari pantauan Radar Tarakan (Jawa Pos Group) saat Idul Fitri Minggu (25/6), di RSUD Tarakan tidak banyak pasien yang dirawat. Kamar perawatan juga nampak sepi. Pasalnya, kebanyakan pasien sudah diizinkan pulang sejak 3 hari sebelum lebaran. Kini tinggal tiga kamar saja yang terisi pasien.(one/ddq/nri/wnd/jpg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
