
Puncak mudik ke Sumatera memanfaatkan armada penyeberangan fery terjadi pada Kamis (22/6) lalu
JawaPos.com - Sudah sepekan arus mudik berlangsung. Total, pemudik yang memasuki pulau Sumatera melalui jalur selat Sunda berjumlah 943.371 orang. Angka tersebut terhitung sejak H-7 hingga hari H atau hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah pertama pada hari pertama.
Angka tersebut melampaui prediksi ASDP Bakauheni yang memprediksi kenaikan penumpang mencapai angka 5 persen. Manajer operasional ASDP cabang Bakauheni Sugeng Purwono menjelaskan jika kenaikan jumlah pemudik didukung pula dengan pertumbuhan ekonomi.
"Angka pemudik bisa dilihat jika mengalami kenaikan maka artinya dari segi ekonomi juga membaik," papar Sugeng sebagaimana dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (27/6).
Tahun lalu, pemudik yang menyebrang dari Merak ke Bakauheni tercatat hanya 839.573 orang dari H-7 hingga hari H.
Jika dihitung dari 943.371 penumpang secara rinci pada sepekan musim mudik 2017 ini pemudik terbanyak dipegang oleh penumpang dengan kategori berada diatas kendaraan berjumlah 786.954 orang.
"Untuk jumlah penumpang total yang berada didalam kendaraan juga mengalami kenaikan sebesar 14,7 persen atau selisih 100.606 penumpang," papar Sugeng.
Untuk pemudik sepeda motor naik 4,4 persen dengan jumlah 81.042 pesepeda motor. Ditahun 2016 pesepeda motor di musim mudik berjumlah 77.979 motor. Kemudian untuk mobil pribadi juga mengalami kenaikan sebesar 14 persen atau dengan jumlah 96.330 unit mobil pribadi dibanding musim mudik 2016 yang berjumlah 84.095 mobil
Pemudik yang menaiki bus juga mengalami kenaikan. Sebanyak 4.564 unit bus tercatat memanfaatkan jasa penyeberangan kapal Roll on Roll of (RoRo) dari Merak menuju Bakauheni.
Sugeng menjelaskan jika tahun 2017 jumlah total kendaraan roda empat dari mulai mobil pribadi, bus truk, hingga trailer kategori golongan IX mencapai 197.250 unit kendaraan.
"Di tahun 2016 kendaraan dari roda empat hingga truk kategori IX mencapai 178.119 unit. Sehingga mengalami kenaikan 10,4 persen," pungkas mantan Manager operasional ASDP Ketapang ini.(nca/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
