Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2023 | 22.34 WIB

Ada Antrean Panjang, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Hanya untuk Kendaraan Kecil dan Truk Sembako

Ilustrasi kepadatan penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Radar Banyuwangi/Jawa Pos Group). - Image

Ilustrasi kepadatan penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Radar Banyuwangi/Jawa Pos Group).

JawaPos.com - Penyebrangan Ketapang-Gilimanuk difokuskan untuk melayani kendaraan kecil dan truk logistik bermuatan sembako hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 17 Juli mendatang. Hal ini dilakukan guna mengurai antrian panjang kendaraan di lintas Ketapang - Gilimanuk

Selain itu, sejalan dengan arahan dan kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi untuk mengurai antrian di lintas Ketapang - Gilimanuk yang dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno.

"Untuk percepatan layanan, kita fokuskan layanan penyeberangan di Ketapang menuju Gilimanuk untuk kendaraan penumpang, dan truk logistik yang mengangkut bahan sembako dan energi hingga 17 Juli 2023. Untuk kendaraan lain yang mengangkut barang non esensial, ditunda dulu," kata Dirjen Hendro dalam keterangan resmi, Minggu (9/7).

Untuk diketahui, sejak akhir pekan lalu, ASDP bersama mitra terkait terus mengupayakan langkah strategis dalam mengurai antrian panjang kendaraan yang akan menyeberang menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Antrian panjang kendaraan terjadi sejak pekan lalu menyusul tingginya volume kendaraan dan cuaca buruk yang berdampak pada terganggunya pelayanan penyeberangan.

"Sejak awal kami berkoordinasi dengan BPTD dan mitra lainnya untuk mengatasi antrian kendaraan di dalam pelabuhan, diantaranya penambahan trip kapal sesuai dengan penetapan jadwal BPTD, dan mempercepat waktu bongkar muat dari 13 menjadi 10 menit," ujar Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi.

Tak hanya membatasi layanan penyebrangan, BPTD juga menetapkan penambahan armada kapal di dermaga MB 1, 2, dan 3 dari jumlah kapal yang beroperasi 15 unit menjadi 18 kapal. Dan untuk di dermaga LCM juga dari 12 unit menjadi 15 unit kapal.

Selain itu, mulai Jumat (7/7) kemarin sesuai dengan arahan dan penetapan jadwal dari BPTD, ASDP mengoperasikan KMP Jatra II yang melayani lintasan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry/LDF) rute Ketapang-Lembar sebagai kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Lebih lanjut, GM ASDP Cabang Ketapang Syamsudin mengimbau masyarakat agar menunda sementara rencana perjalanan dengan kapal ferry lintas Ketapang-Gilimanuk dikarenakan alasan operasional dan antisipasi cuaca ekstrem, khususnya di perairan Selat Bali.

"Saat ini, untuk sementara kami tidak membuka penjualan tiket online Ferizy untuk lintas Ketapang - Gilimanuk, hingga antrian kendaraan yang memadati pelabuhan dapat diatasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Untuk sementara agar dapat menunda perjalanan hingga kondisi kembali kondusif," tandas Syamsudin.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore