Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2023 | 18.29 WIB

Pengangguran dari Lulusan SMK di Jawa Timur Menurun Tahun Ini

INGIN LEBIH BANYAK PRAKTIK: Seorang siswa SMKN 7 menunjukkan karyanya berupa mesin pendingin. Bagi siswa SMK, dibutuhkan PTM untuk mengasah skill. - Image

INGIN LEBIH BANYAK PRAKTIK: Seorang siswa SMKN 7 menunjukkan karyanya berupa mesin pendingin. Bagi siswa SMK, dibutuhkan PTM untuk mengasah skill.

JawaPos.com–Angka pengangguran terbuka di Jawa Timur terus menurun. Terutama dari angkatan kerja lulusan SMK.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) SMK di Jawa Timur dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Berdasar data BPS, TPT SMK Jatim pada Agustus 2020 sebesar 11,89 persen, kemudian pada 2021 Agustus turun di angka 9,54 persen, dan per Agustus 2022 TPT menurun di angka 6,70 persen. Sehingga, tidak lagi menjadi TPT tertinggi menurut tingkat pendidikan.

Sementara itu, menurut hasil tracer study Kemdikbudristek TPT lulusan SMK Jatim pada 2022 hanya 3,3 persen.

”TPT ini terus menurun artinya tingkat keterserapan lulusan SMA/SMK di Jawa Timur ini sangat tinggi. Untuk itu, hampir di setiap kegiatan selalu ada MoU dengan dunia usaha dunia industri dunia kerja,” terang Khofifah.

Gubernur menambahkan, bagi lulusan SMK yang magang juga sudah banyak menerima golden tiket meskipun ijazahnya belum keluar.

”Cukup disertai surat keterangan Lulus dari kepala sekolah mereka sudah bisa langsung bekerja. Semoga upaya-upaya ini bisa terus menurunkan TPT SMA/SMK di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai mengungkapkan, perlu penguatan sekolah-sekolah terutama sekolah kejuruan negeri sehingga lulusan SMK bisa langsung terserap ke dunia industri dan dunia kerja.

”Penguatan ini menyambung program yang telah dicanangkan Ibu Gubernur yakni Jatim Cerdas. Melalui penguatan ini diharapkan para guru pendidik bisa meningkatkan mutu kualitas dari para siswa kita di manapun mereka bersekolah,” ujar Aries Agung Paewai.

Lebih lanjut, Aries menjelaskan, penguatan itu akan disambung dengan link and match antara dunia pendidikan dengan industri. Sehingga dunia pendidikan bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan saat ini.

”Kami berharap baik sekolah negeri maupun swasta bisa mempercepat proses link and match ini. Sehingga nanti siswa-siswa bisa melanjutkan atau langsung menyesuaikan dengan lapangan pekerjaan yang ada,” ucap Aries Agung Paewai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore