
Petugas Imigrasi Klas I Palangka Raya membawa tiga WNA asal Tiongkok di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, kemarin.
JawaPos.com - Imigrasi Klas IA Palangka Raya, Kalteng, memulangkan tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Jumat (24/2). Ketiganya yakni, Wei (50), Lou (32), dan Lequi (33). Mereka didampingi petugas Imigrasi Palangka Raya menuju Jakarta untuk kemudian dipulangkan ke Negeri Tirai Bambu.
"Setelah diperiksa ternyata ketiganya tidak memiliki paspor dan hanya menggunakan visa kunjungan, sehingga harus diusir dari Kalteng," tegas Kepala Kantor Imigrasi Klas I Palangka Raya, Swisnu Daru Fajar dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (25/2).
Selain itu, ketiganya juga telah di-blacklist atau dilarang datang lagi ke Indonesia dan telah disampaikan ke pusat. "Kita cekal masuk kembali ke Indonesia," ujarnya.
Wisnu menambahkan, agar tidak terulang ada WNA ilegal masuk Kalteng, dia meminta semua pihak membantu masyarakat proaktif melaporkan. Pasalnya, masalah ini bukan hanya tugas dari Imigrasi dan Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) saja.
Sebelumnya ketiganya ditangkap, Selasa (21/2) di Desa Takaras Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Ketiga WNA diamankan di Kantor Imigrasi Klas I Palangka Raya guna menjalani pemeriksaan sedangkan satunya merupakan Warga Negara Indonesia keturunan Tiongkok.
"Awalnya ada empat ditangkap, namun rupanya hanya ada tiga WNA asal Tiongkok. Mereka diamankan tim gabungan TNI dan Imigrasi Palangka Raya. Saat diamankan tidak ada dokumen alias ilegal," jelas Kepala Divisi Imigrasi Zakaria, kemarin.
Ketiga WNA yang menjalani pemeriksaan, kata Zakaria, akan dideportasi atau usir dari Kalteng karena tidak memiliki dokumen. Meskipun dalih ketiganya ada paspor yang dibawa rekannya di Jakarta.
"Kalau benar ada dokumen akan dilihat dan ditunggu apakah benar ada dokumen, sehingga langkah selanjutnya akan dilakukan. Pastinya akan diusir dari Kalteng karena tanpa izin," ucapnya.
Kemudian dari pengakuan ketiganya datang ke Jakarta lalu di Palangka Raya pada 16 Februari 2017 dan baru pertama datang ke Palangka Raya. Mereka langsung diarahkan ke lokasi untuk pemasangan alat penyedot emas. "Kuat dugaan mereka ini teknisi untuk membuat alat penyedot emas," jelasnya lagi. (alh/top/fab/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
