
TERGENANG: Warga melintas jalan yang terendam banjir di wilayah Mojokerto.
JawaPos.com- Hujan ekstrem yang mengguyur Mojokerto selama akhir pekan membuat tujuh kawasan di dua daerah itu terendam. Tinggi genangan air bervariasi, yaitu 20–30 sentimeter.
Tujuh kawasan tersebut, antara lain, kawasan padat penduduk di Desa Gebang Malang dan Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar; Desa Mangelo, Perumahan Sooko Indah, Perumahan Pondok Teratai, dan Perumahan Bumi Sooko Permai (BSP), Kecamatan Sooko.
Banjir juga menggenangi kawasan padat penduduk di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan; dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Bencana alam itu membuat aktivitas warga di dua kawasan tersebut lumpuh total. Hingga Minggu siang, belum ada tanda-tanda bahwa banjir akan surut.
Pada Minggu, beberapa warga terlihat menguras banjir luapan Sungai Sadar yang masuk ke rumah. ’’Kami berharap banjir ini segera surut agar bisa membersihkan rumah dari sisa lumpur,’’ kata Wijayanti, warga Meri. Karena banjir belum surut, dia tak memiliki aktivitas apa pun. Sebab, perabotan rumahnya telah diamankan kemarin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Mohammad Zaini mengakui, hujan deras membuat sejumlah wilayahnya terendam. Meski demikian, kondisinya belum parah.
Dia berharap warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem itu. ’’Berdasar perkiraan BMKG, cuaca ini akan terjadi hingga Senin. Dengan intensitas lebat dan disertai petir. Jadi, warga diharapkan tetap waspada,’’ ujarnya.
Hujan lebat kembali terjadi Minggu (26/3). Sejak pukul 14.00, hujan mengguyur semua wilayah di Kabupaten Mojokerto. Angin kencang juga menerpa rumah-rumah warga dengan kecepatan 37 kilometer per jam. ’’Sementara, kami waspada dan siapkan stamina jika sampai terjadi musibah,’’ tambah mantan kepala dishutbun tersebut.
Untuk penanggulangan bencana, petugas siaga bencana diterjunkan untuk bergabung dengan relawan di lokasi. Selain itu, ada peralatan evakuasi dan medis jika kondisi memburuk. ’’Kami bekerja sama dengan berbagai elemen untuk bersiaga,’’ tutur Zaini.
Sejumlah relawan terus berjaga di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Syarizal Pahlevi dan Roni Hidayat mengungkapkan, pihaknya bersama para relawan kemanusiaan mengantisipasi bencana banjir tersebut. ’’Kami bersiaga di daerah rawan untuk melakukan antisipasi bila terjadi bencana yang lebih besar,’’ terang Roni.
Dia menambahkan, di dua kecamatan itu, banjir setinggi 20–30 sentimeter merendam akses permukiman. ’’Genangan air merendam permukiman. Jadi, jalan di sejumlah daerah terendam,’’ ujarnya. (ron/abi/c18/end)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
