Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Maret 2017 | 07.30 WIB

Tujuh Desa di Mojokerto Terendam Banjir

TERGENANG: Warga melintas jalan yang terendam banjir di wilayah Mojokerto. - Image

TERGENANG: Warga melintas jalan yang terendam banjir di wilayah Mojokerto.


JawaPos.com- Hujan ekstrem yang mengguyur Mojokerto selama akhir pekan membuat tujuh kawasan di dua daerah itu terendam. Tinggi genangan air bervariasi, yaitu 20–30 sentimeter.



Tujuh kawasan tersebut, antara lain, kawasan padat penduduk di Desa Gebang Malang dan Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar; Desa Mangelo, Perumahan Sooko Indah, Perumahan Pondok Teratai, dan Perumahan Bumi Sooko Permai (BSP), Kecamatan Sooko.



Banjir juga menggenangi kawasan padat penduduk di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan; dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Bencana alam itu membuat aktivitas warga di dua kawasan tersebut lumpuh total. Hingga Minggu siang, belum ada tanda-tanda bahwa banjir akan surut.



Pada Minggu, beberapa warga terlihat menguras banjir luapan Sungai Sadar yang masuk ke rumah. ’’Kami berharap banjir ini segera surut agar bisa membersihkan rumah dari sisa lumpur,’’ kata Wijayanti, warga Meri. Karena banjir belum surut, dia tak memiliki aktivitas apa pun. Sebab, perabotan rumahnya telah diamankan kemarin.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Mohammad Zaini mengakui, hujan deras membuat sejumlah wilayahnya terendam. Meski demikian, kondisinya belum parah.



Dia berharap warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem itu. ’’Berdasar perkiraan BMKG, cuaca ini akan terjadi hingga Senin. Dengan intensitas lebat dan disertai petir. Jadi, warga diharapkan tetap waspada,’’ ujarnya.



Hujan lebat kembali terjadi Minggu (26/3). Sejak pukul 14.00, hujan mengguyur semua wilayah di Kabupaten Mojokerto. Angin kencang juga menerpa rumah-rumah warga dengan kecepatan 37 kilometer per jam. ’’Sementara, kami waspada dan siapkan stamina jika sampai terjadi musibah,’’ tambah mantan kepala dishutbun tersebut.



Untuk penanggulangan bencana, petugas siaga bencana diterjunkan untuk bergabung dengan relawan di lokasi. Selain itu, ada peralatan evakuasi dan medis jika kondisi memburuk. ’’Kami bekerja sama dengan berbagai elemen untuk bersiaga,’’ tutur Zaini.



Sejumlah relawan terus berjaga di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Syarizal Pahlevi dan Roni Hidayat mengungkapkan, pihaknya bersama para relawan kemanusiaan mengantisipasi bencana banjir tersebut. ’’Kami bersiaga di daerah rawan untuk melakukan antisipasi bila terjadi bencana yang lebih besar,’’ terang Roni.



Dia menambahkan, di dua kecamatan itu, banjir setinggi 20–30 sentimeter merendam akses permukiman. ’’Genangan air merendam permukiman. Jadi, jalan di sejumlah daerah terendam,’’ ujarnya. (ron/abi/c18/end)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore