
Grafis
JawaPos.com- Viko Sandi Pratama, 15, pelajar asal Dusun Nglaban, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, harus puas dengan sabuk hijaunya. Dia terpaksa tidak bisa naik tingkat ke sabuk selanjutnya. Sebab, pendekar pencak silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) itu tewas saat dilatih para gurunya. Dari insiden tersebut, tiga gurunya langsung ditahan dan menyandang status tersangka Kamis malam (5/1).
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri,ketiga guru yang merupakan senior Viko yang ditangkap adalah dua warga Desa Sendang, Kecamatan Banyakan, yaitu Khoirudin, 27, dan Moh. Ageng Hartono, 28. Sementara itu, satu guru yang lain adalah Mas Agus Hasanuddin Pakeh, 28, warga Ringinrejo, Grogol, Kabupaten Kediri. ”Ketiga tersangka sudah kami tahan,” terang Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Samsul Huda.
Insiden itu bermula sekitar pukul 18.00 saat Viko pamit kepada ayahnya, Puji Siswanto, 49, untuk mengikuti latihan pencak silat rutin di halaman rumah Khoirudin. Latihan tersebut diikuti tiga teman seumuran Viko. Yaitu, Ika Ervina Nur Anisa, Wisnu Permana putra, dan Mohamad Adrian Devantara.
Keempat murid tidak hanya dilatih tiga guru tersebut. Ada tiga guru lainnya, yakni Tri Prio Susanto, Arjun Rian Affandi, dan Rizal Baharudin. ”Mereka berlatih pencak silat pukul 18.30-an,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar.
Sebagaimana latihan biasanya, pukulan dan tangkisan wajib dirasakan para murid. Hingga akhirnya, saat giliran Viko, dirinya harus menerima beberapa pukulan dan tendangan guru seniornya secara bergantian. Diduga, beberapa pukulan bersarang tepat di dadanya. Viko langsung mengalami sesak dan susah bernapas. ”Korban langsung dibawa ke RS Muhammadiyah Kota Kediri oleh para seniornya,” terang Anwar.
Namun, nahas, setelah sejam dirawat di ruang UGD atau sekitar pukul 22.00, Viko mengembuskan napas terakhir. Orang tua korban baru dikabari pihak pelatih sekitar pukul 23.00. Puji hanya bisa menyaksikan saat anaknya terbujur kaku. ”Ketika berangkat ya sehat-sehat saja,” ungkap ayah korban saat ditemui di rumahnya.
Berdasar pengakuan Puji, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit berat, bahkan tak pernah mengalami sesak napas. Saat berangkat latihan pun, korban dalam kondisi sehat. Karena itu, mengetahui anaknya meninggal secara mendadak setelah mengikuti latihan pecak silat, dia langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. ”Saya ingin kasus ini diusut tuntas. Pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal,” ujar bapak dua anak itu.
Hingga kemarin siang, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Selain telah memeriksa para saksi yang melihat kejadian itu, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ketiga pelaku yang ditahan siang itu pun masih menjalani pemeriksaan lanjutan terkait tewasnya murid perguruan PSHT tersebut. ”Masih kami dalami kasus ini,” tegas Anwar. (fiz/c5/end)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
