
Ilustrasi
JawaPos.com - Kasus oknum polisi salah tembak kembali terjadi. Setelah Brigadir K, personel Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) yang menembak pengemudi mobil sedan Honda City, kini giliran Aiptu BS yang salah menggunakan hak diskresinya.
Dia melepaskan tembakan kepada seseorang yang diduga pencuri masuk ke dalam rumahnya yang beralamat di RT 04 RW 05 Jalan Sumatera 5 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Pelatuk pistol ditarik saat lampu rumahnya tak menyala. Suara letusan pistol menyalak. Sasaran yang ditembak terkapar. Tapi sayang, sasaran itu bukan pencuri yang dicurigai, melainkan anaknya sendiri, Bagas Alvrarigo (14).
Ketika menghampiri korban, BS panik bukan kepalang, anaknya yang mulai masuk usia remaja terkapar di ruang tamu akibat peluru dari pistolnya sendiri.
Kejadian yang berlangsung pada Rabu dini hari (26/4) sekira pukul 03.30 itu membuat Kanit Provos Polsek Ratu Agung ini panik. Dia berupaya menyelamatkan sang buah hati dengan membawa ke RS Bhayangkara. Tapi sayang, di perjalanan Bagas menghembuskan napas terakhirnya. Tewasnya Bagas setelah dia mengalami luka tembak di bagian lengan kanan dan tembus ke dada.
Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta ketika dikonfirmasi menegaskan, kejadian tersebut adalah sebuah kecelakaan. Dia menyebut Aiptu BS menduga ada pelaku tindak pidana masuk ke dalam rumahnya.
"Ya, inikan kami sudah tahu semua. Dan ini masih dalam penanganan, jadi kami lihat nanti. Yang jelas setelah melakukan penembakan, anggota kami ini sadar ternyata itu anaknya. Dan bersama istrinya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara. Selanjutnya dia (BS, red) menyerahkan senjata," kata Ardian seperti dilansir Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group), Kamis (27/4).
Sumber Rakyat Bengkulu mengatakan, saat kejadian, di dalam rumah juga ada istri Aiptu BS, Susi Eka Putri. Pasangan suami istri itu memang tidur sekamar di kamar bagian depan.
Sedangkan Bagas tidur satu kamar dengan Bintang, anak sulung BS. Posisi kamar dua putra ini berada di kamar sebelah kiri. Diduga Bagas terbangun hendak buang air kecil menuju ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Diduga suara deritan pintu kamar Bagas dan pintu kamar mandi membangunkan Aiptu BS. Ia menduga ada pencuri masuk ke dalam rumah.
Selama di perjalanan Bagas masih bernafas dan tiba di rumah Sakit Bhayangkara sebelum Subuh, Bagas dinyatakan pihak medis sudah meninggal dunia. Dalam keadaan shcok berat, BS menyerahkan Senpi yang digunakan menembak anaknya dengan seorang petugas.
Sekitar pukul 05.30 WIB, BS pulang ke rumah dan meninggalkan mobil. BS membawa tas dan menggunakan motor Revo keluar. BS sempat ke rumah temannya. Info terakhir dia mendatangi keluarga orang tua istrinya yang ada di Desa Karang Tinggi. (rif/tew/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
